https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Jupiter/issue/feed Jurnal Penelitian Fisika dan Terapannya (JUPITER) 2024-02-29T15:49:16+00:00 Dui Yanto Rahman duiyantorahmanmsi@gmail.com Open Journal Systems <p><img src="https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/public/journals/23/journalThumbnail_en_US.png" alt="" width="50" height="100" /></p> <p><strong>Jurnal Penelitian Fisika dan Terapannya (JUPITER) </strong> journal with registered online ISSN 2714-5425 is an online scientific journal published by Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas PGRI Palembang. This journal is published twice a year in February and July and firstly published in July, 2019. Jupiter Journal publishes research articles from laboratory or field experiment as well as theoretical and elaborative research in field of pure physics such as theoretical physics, computational physics, material physics, environmental physics, energy physics, medical physics, astrophysics, geophysics, as well as other relevant topics in Physics.</p> https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Jupiter/article/view/9225 Pemanfaatn Jeruk Lemon (Citrus limon) dan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Sebagai Media Elektrolit untuk Menghasilkan Tegangan Listrik 2024-02-29T15:49:16+00:00 Enrico Fermi atina.salsabila@gmail.com Atina Atina atina.salsabila@gmail.com Rahmawati Rahmawati atina.salsabila@gmail.com Buah jeruk lemon dan belimbing wuluh mengandung derajat keasaman yang cukup tinggi yang dapat mempengaruhi tegangan listrik dan kuat arus. Tujuan penelitian ini adalah dapat menganalisis seberapa besar tegangan yang dihasilkan jeruk lemon dan belimbing wuluh dengan variasi rangkaian menggunakan elektroda Cu-Zn dan Cu-Mg. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan 7 variasi rangkaian. Variasi I (1 buah), II (1 buah), III (1 buah), IV (I dan II diserikan), V (I dan III diserikan), VI (II dan III diserikan), VII (I, II, dan III diserikan). Hasil penelitian menunjukkan tegangan listrik jeruk lemon dengan elektroda Cu-Zn yang tertinggi adalah variasi VII terdapat sebesar 2,927 Volt sedangkan terendah sebesar variasi III sebesar 0,989 Volt. Tegangan jeruk lemon dengan elektroda Cu-Mg tertinggi adalah variasi VII terdapat sebesar 4,445 Volt dan terendah variasi II sebesar 1,463 Volt. Tegangan belimbing wuluh dengan elektroda Cu-Zn tertinggi adalah variasi VII terdapat sebesar 2,294 Volt dan terendah variasi II sebesar 0,920 Volt. Tegangan belimbing wuluh dengan elektroda Cu-Mg tertinggi variasi VII terdapat sebesar 4,381 Volt dan terendah adalah variasi III sebesar 1,535 Volt. 2024-03-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Penelitian Fisika dan Terapannya (JUPITER) https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Jupiter/article/view/14518 Perkembangan Penerapan Nanoteknologi di Bidang Pelapisan (Coating) 2024-02-24T03:23:33+00:00 Febria Mita febriamita422@gmail.com Asiah Jumarni asiahjumarni8@gmail.com Rosita Wati cesakaren1@gmail.com Azizah Patimah azizahpatimah2@gmail.com Dui Yanto Rahman duiyantorahmanmsi@gmail.com <p>Nanoteknologi telah menjadi salah satu bidang penelitian yang menjanjikan dalam berbagai industri, termasuk bidang pelapisan (coating). Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan penerapan nanoteknologi dalam bidang pelapisan dan mengungkapkan keunggulan yang dimilikinya. Penerapan nanoteknologi dalam pelapisan telah memberikan banyak manfaat signifikan. Salah satu keunggulannya adalah kemampuan untuk menghasilkan lapisan yang lebih kuat dan lebih tahan terhadap korosi dan aus. Partikel nanoskala yang digunakan dalam pelapisan dapat membentuk struktur yang padat dan merata, meningkatkan ketahanan mekanik dan kekuatan lapisan. Selain itu, penggunaan nanomaterial juga memungkinkan adanya peningkatan kemampuan proteksi terhadap radiasi ultraviolet (UV) dan panas, mengurangi risiko kerusakan akibat paparan sinar matahari dan suhu ekstrem. Selain keunggulan mekanik, nanoteknologi juga memberikan kemampuan fungsionalitas yang unik dalam pelapisan. Partikel nanopartikel dapat dimodifikasi untuk memberikan sifat tahan air, anti-bakteri, atau sifat anti-korosi yang lebih baik. Selain itu, kemampuan nanomaterial untuk mengubah sifat permukaan juga dapat dimanfaatkan dalam pengendalian kelekatan kotoran, menghasilkan lapisan self-cleaning yang mampu menjaga permukaan tetap bersih dan bebas dari kontaminan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mempertajam pemahaman tentang perkembangan penerapan nanoteknologi dalam bidang pelapisan. Dengan memahami keunggulan nanoteknologi dalam pelapisan, diharapkan dapat memotivasi penelitian dan pengembangan lebih lanjut dalam mengoptimalkan penggunaan nanomaterial dalam industri pelapisan.</p> 2024-02-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024