NILAI FAEDAGOGI PERKAWINAN ETNIS MELAYU DI DESA SAKO KECAMATAN RAMBUTAN KABUPATEN BANYUASIN
DOI:
https://doi.org/10.31851/kalpataru.v2i1.1318Keywords:
Nilai Faedagogi, Etnis Melayu, Desa SakoAbstract
Perkawinan dalam adat Melayu merupakan fase life cycle yang memiliki nilai moral (sakral) dan amat penting. Oleh sebab itu, keterlibatan dalam upacara perkawinan tersebut tidak hanya pasangan pengantin saja, tetapi juga keluarga, kerabat dekat kedua belah pihak. Penelitian ini berjudul “Adat Perkawinan Etnis Melayu di Desa Sako Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasinâ€. Adapun rumusan masalah penelitian ini: Nilai faedagogik apasajakah dalam Adat Perkawinan Etnis Melayu di Desa Sako Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin. Tujuan penelitian adalah 1. Untuk mengungkapkan nilai fedagogik Adat Perkawinan Etnis Melayu di Desa Sako Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif adalah metode yang membicarakan berupa pengamatan wawancara atau penelaahan dokumen, penelitian ini secara sistematis ada kegiatan pokok yang dilakukan yaitu: Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, wawancara, observasi (pengamatan). Dokumentasi, berbentuk gambar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif suatu analisis yang tidak menggunakan angka-angka tetapi berupa penjelasan-penjelasan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Adat Perkawinan Etnis Melayu di Desa Sako Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin memiliki beberapa tahapan dari sebelum perkawinan, proses perkawinan sampai sesudah perkawinan.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Kalpataru, Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah oleh http://univpgri-palembang.ac.id/e_jurnal/index.php/Kalpa/ berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .