MENUMBUHKAN MINAT GENERASI MUDA UNTUK MEMPELAJARI MUSIK TRADISIONAL

Mas'ud Abid

Abstract


Traditional music is a music that lives in the community for generation to generation, then maintained as a means of entertainment. But with the development of technology today, traditional music is very difficult to get a place in the hearts of listeners. The young generation who are supposed to defend traditional music now feels that traditional music is their unattractive musical tastes such as western music which is very interestingly presented in terms of composition and presentation so that they assume that traditional music is outdated music. This study aims to find out what is the reason for the younger generation to be less interested in learning traditional music and finding solutions so that the younger generation is interested in learning and preserving traditional music. The research method used is qualitative research.The results of the study show that there needs to be an active role of educators in introducing traditional music to the next generation. 

Full Text:

PDF

References


Anne Ahira, ‘Pengertian Seni Tradisional’, 05 Juli 2012, http://www.anneahira.com/pengertian-seni-tradisional.html, [diakses tanggal 28 Oktober 2018]

Arif, Furchan. 2007.Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Basundoro, ‘Sejarah Musik Tradisional’, 19 Juni 2009, http://basundoro-fib.web.unair.ac.id/artikel_detail-67666-Sejarah-, [diakses tanggal 30 Oktober 2018]

Bimbingan Belajar, ‘Kesenian Tradisional di Indonesia’, 12 Juni 2009, http://www.bimbingan.org/kesenian-tradisional-di-indonesia.htm, [diakses tanggal 29 Oktober 2018]

Caturiasari, Jenita. 2013.Pembinaan Karakter Melalui Seni Tradisional Untuk Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air dan Bangsa. Bandung: FPIPS UPI,

Coates, Emily. 2017.‘The Poetics of Physics in Dance’.PAJ A Journal of Performance and Art, 39 (2):7-21

Puspita, Hanny. 2011 ‘Tergesernya Budaya Tradisional Karena Pengaruh Budaya Asing’, 09 Februari 2011, http://hannypuspita.wordpress.com/education/tergesernya-budaya-tradisional-karena- pengaruh-budaya-asing/, [diakses tanggal 30 Oktober 2018]

Irianto, Agus Maladi. 2014.Media dan Kekuasaan: Antropologi Membaca Dunia Kontemporer. Semarang: Gigih Pustaka Mandiri

Irianto, Agus Maladi. 2016. Komodifikasi Budaya di Era Ekonomi Global Terhadap Kearifan Lokal: Studi Kasus Eksistensi Industri Pariwisata dan Kesenian Tradisional di Jawa Tengah, Jurnal Theologia, 27 (1): 212-236

Kafarisa, R. F., & Kristiawan, M. (2018). Kelas Komunitas Menunjang Terciptanya Karakter Komunikatif Peserta Didik Homeschooling Palembang. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan), 3(1).

Kristiawan, M., & Fitria, H. (2018). Menumbuhkan Rasa Cinta Kepada Allah Dan Mahluknya Pada Anak Usia 5-6 Tahun. Thufula: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 6(2).

Kristiawan, M. (2015). A Model of Educational Character in High School Al-Istiqamah Simpang Empat, West Pasaman, West Sumatera. Research Journal of Education, 1(2), 15-20.

Kristiawan, M. (2016). Telaah Revolusi Mental dan Pendidikan Karakter dalam Pembentukkan Sumber Daya Manusia Indonesia Yang Pandai dan Berakhlak Mulia. Ta'dib, 18(1), 13-25.

Kuswarsantyo. 2013. Seni Tradisional: Bentuk, Fungsi dan Perkembangannya (1986-2013), Disertasi Fakultas Bahasa dan Seni UNY, Yogyakarta

Lian, B., Kristiawan, M., & Fitriya, R. (2018). Giving Creativity Room To Students Through The Friendly School’s Program. International Journal of Scientific & Technology Research, 7(7).

Rohidi, Tjetjep Rohendi. 2000.Kesenian dalam Pendekatan Kebudayaan. Bandung: STISI

Rozalena, R., & Kristiawan, M. (2017). Pengelolaan Pembelajaran PAUD dalam Mengembangkan Potensi Anak Usia Dini. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan), 2(1).

Sayer, I. M., Kristiawan, M., & Agustina, M. (2018). Fairy Tale as a Medium for Children’s Character Cooperation Building. Al-Ta lim Journal, 25(2), 108-116.

Sedyawati, Edy. 1992. Wawacan Barjah, Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta

Suryosubroto, B, 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah.Jakarta: PT. Rinekacipta, Jakarta

Tilaar, HAR. 2007.Mengindonesiakan Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Usman M.U. 2011.Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Rosdakarya

Wulandari, Y., & Kristiawan, M. (2017). Strategi Sekolah dalam Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Siswa dengan Memaksimalkan Peran Orang Tua. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan), 2(2).

Wuyan, Sri dan Syaifullah. 2008.Ilmu Kewarganegaraan. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan

Yunus, Rasyid. 2014.Nilai-nilai Kearifan Lokal (Local Genius) Sebagai Penguat Karakter Bangsa: Studi Empiris tentang Huyula. Yogyakarta: Deepublish


Refbacks

  • There are currently no refbacks.