Penanganan Keretakan Pelat Lantai 2 Pada Proyek Pembangunan Eka Hospital Juanda

Authors

  • Ulfiah Utari Universitas Negeri Jakarta
  • Adhi Purnomo Universitas Negeri Jakarta
  • Rezi Berliana Yasinta Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31851/deformasi.v10i2.20055

Keywords:

Beton, Curing, Grouting, Keretakan, Konstruksi Gedung

Abstract

Industri konstruksi di Indonesia mengalami perkembangan pesat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur kesehatan seperti rumah sakit yang menuntut standar teknis tinggi. Bangunan rumah sakit harus memenuhi persyaratan kekuatan struktural, keamanan, kenyamanan, serta kontinuitas operasional. Salah satu elemen vital adalah pelat lantai yang berfungsi mendistribusikan beban dari aktivitas medis maupun peralatan berat. Namun, dalam praktik konstruksi sering ditemukan permasalahan berupa keretakan pada pelat beton bertulang yang dapat menurunkan kinerja struktural, durabilitas, dan kenyamanan pengguna. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Eka Hospital Juanda dengan fokus pada identifikasi, analisis, dan perbaikan keretakan pelat lantai 2. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan kontraktor, serta telaah literatur. Hasil pengamatan menunjukkan keretakan non-struktural tingkat 4 dengan kedalaman ≥ 0,41 mm, yang disebabkan oleh penyusutan plastis, pembebanan dini, dan proses curing yang tidak optimal. Divisi Quality Control (QC) berperan penting dalam mendokumentasikan ketidaksesuaian melalui Non-Conformance Report (NCR) serta memastikan tindakan korektif dilakukan sesuai standar mutu. Metode perbaikan menggunakan grouting dengan material Sikagrout 215 dan pengikat Sikadur 752, melalui tahapan pembobokan, pembersihan, pelapisan, penambalan, dan curing. Inspeksi pasca-perbaikan menunjukkan hasil yang efektif dalam mengembalikan fungsi struktural. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa identifikasi penyebab retak, penerapan QC yang ketat, serta metode perbaikan sistematis merupakan langkah krusial untuk menjaga mutu, memperpanjang umur layanan, dan menjamin keselamatan bangunan rumah sakit. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi solusi teknis dengan manajemen mutu dalam mendukung pembangunan infrastruktur kesehatan yang berkelanjutan

References

Al-Osta, M. A., Khan, U., Baluch, M. H., & Rahman, M. K. (2018). Effects of Variation of Axial Load on Seismic Performance of Shear Deficient RC Exterior BCJs. International Journal of Concrete Structures and Materials, 12(1). https://doi.org/10.1186/s40069-018-0277-0

Amanda, C., Sudirman, S., Fathussalam B., A., Indrajaya, I., & Fikri, M. (2025). Studi Perbaikan Kerusakan Akibat Keretakan Pada Dinding Tembok Batu Bata Kos Lantai 3 Jalan Anggrek Kota Palopo. Jurnal Ilmiah Ecosystem, 25(1), 44–51. https://doi.org/10.35965/eco.v25i1.5781

Anam, S., Sutriono, B., & Trimurtiningrum, R. (2020). Studi Perbandingan Kinerja Gedung Beton Bertulang Srpmk 6 Lantai Dengan Menggunakan Metode Pushover Dan Nonlinear Time History Analysis. Jurnal Ilmiah MITSU, 8(1), 33–41. https://doi.org/10.24929/ft.v8i1.922

Aranta, S. D., Irawati, I. S., Teknik, D., Mada, U. G., & Yogyakarta, J. G. (2025). Rumah Sakit Dengan Metode Pushover Structure Performance Evaluation of the Design of a Hospital Building Using the Pushover Method. 20.

Darmastuti, F. C. (2024). Analisis Kesesuaian Pelaksanaan Pengendalian Mutu Pada Pekerjaan Struktur Atas Dalam Proyek Pembangunan Gedung Biara Santa Anna (Suitability Analysis of Quality Control in Upper Structure Work At Santa Anna Convent Building Project).

Ferdiana, F. C., Hatmoko, J. U. D. H., & Setiadji, B. H. (2023). Pengaplikasian Tingkatan Sistem Manajemen Mutu Pada Proyek Konstruksi (Quality Onspection, Quality Control, Quality Assurance, Dan Total Quality Management). Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(7), 5050–5065.

Golewski, G. L. (2023). The Phenomenon of Cracking in Cement Concretes and Reinforced Concrete Structures: The Mechanism of Cracks Formation, Causes of Their Initiation, Types and Places of Occurrence, and Methods of Detection—A Review. Buildings, 13(3). https://doi.org/10.3390/buildings13030765

Hilmi, M., Erizal, & Febrita, J. (2021). Analisis Kinerja Struktur pada Bangunan Bertingkat dengan Metode Analisis Respon Spektrum Berdasarkan SNI 1726:2019. Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, 6(3), 143–158. https://doi.org/10.29244/jsil.6.3.143-158

Isneini, M. (2009). Kerusakan dan Perkuatan Struktur Beton Bertulang. Jurnal Rekayasa, 13(3), 259–270.

Maheswari, J. U., Charlesraj, V. P. C., Kumar, G. S., & Padala, S. P. S. (2016). A Study on Assessment of Non-conformances Using Multiple Domain Matrix: A Case Study from Metro Projects. Procedia Engineering, 145(Mdm), 622–629. https://doi.org/10.1016/j.proeng.2016.04.052

Mulyati, & Arkis, Z. (2020). Pengaruh Metode Perawatan Beton Terhadap Kuat Tekan Beton Normal. Jurnal Teknik Sipil ITP, 7(2), 78–84. https://doi.org/10.21063/jts.2020.v702.05

Sayahi, F. (2019). Plastic Shrinkage Cracking in Concrete. Doctoral dissertation.

Sidqi, A. (2020). Tinjauan Pelaksanaan Plat Lantai Pada Proyek Pembangunan Gedung Polda Sumsel.

Susanto, A. E., Anondho, B., Studi, P., Teknik, S., & Tarumanagara, U. (2025). Pengaruh Penambahan Mezzanine Baja Terhadap Keretakan Balok Beton Bertulang Dan Alternatif Perbaikannya. 8(4), 1271–1282.

Trimurtinugrum, R. (2021). Pengaruh Penambahan Serat Bambu Terhadap Kuat Tarik dan Kuat Tekan Beton. Jurnal Hasil Penelitian LPPM Untag Surabaya Januari, 03(01), 9.

Wibowo, L. S. B., & Zebua, D. (2021). Analisis Pengaruh Lokasi Dinding Geser Terhadap Pergeseran Lateral Bangunan Bertingkat Beton Bertulang 5 Lantai. Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan Dan Rekayasa Sipil, 4(1), 16–20. https://doi.org/10.25139/jprs.v4i1.3490

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Penanganan Keretakan Pelat Lantai 2 Pada Proyek Pembangunan Eka Hospital Juanda. (2025). Jurnal Deformasi, 10(2), 299-310. https://doi.org/10.31851/deformasi.v10i2.20055