Perbandingan Hasil Pengukuran Tinggi Dan Beda Tinggi GNSS Geodetic Komersial Dan Low CostTerhadap Waterpass Untuk Pemetaan

Authors

  • Atika Sari Universitas Lampung
  • Muhammad Al-Fath Wira Yudha Universitas Lampung
  • Rahma Anisa Universitas Lampung
  • Safriyanti Rahayu Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.31851/deformasi.v11i1.21635

Keywords:

Beda Tinggi, GNSS, Komersial, Low Cost, Tinggi

Abstract

Perkembangan teknologi GNSS dalam pemetaan membuka peluang penggunaannya untuk pengukuran beda tinggi, namun sejauh mana tingkat ketelitian GNSS Geodestik dibandingkan dengan metode waterpass yang masih jarang dikaji secara langsung di lapangan. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil pengukuran beda tinggi dan tinggi orthometrik antara GNSS Geodetic Komersial dan GNSS Low Cost  menggunakan metode RTK-NTRIP, dengan waterpass sebagai acuannya. Penelitian dilaksanakan di sembilan titik benchmark di Lapangan Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang memiliki karakteristik lokasi  area terbuka dan topografi bergelombang. Data dianalisis dengan menghitung selisih tinggi, beda tinggi antar titik, serta uji ketelitian menggunakan RMSE dan LE90. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GNSS Low Cost memberikan selisih tinggi yang lebih kecil (0,005–0,084 m) dan rata-rata selisih beda tinggi yang lebih mendekati waterpass (0,002 m) dibandingkan GNSS Geodetic komersial dengan selisih tinggi antara 0,113-0,094 m dan rata-rata selisih beda tingginya 0,014 m . Nilai RMSE tinggi GNSS Low Cost (0,047 m) juga lebih baik daripada GNSS Geodetic komersial (0,080 m), dengan nilai LE90 GNSS Low Cost 0,078 m dan LE90 GNSS Komersial 0,132 m. Dari hasil ini menunjukkan bahwa dalam kondisi lokasi terbuka dan topografi bergelombang, GNSS Low Cost dapat memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan GNSS Geodetic untuk keperluan pemetaan topografi umum, serta berpotensi menjadi alternatif yang efisien dan terjangkau dalam kegiatan survei di lingkungan pendidikan dan pemetaan skala menengah

References

Abidin, H. Z. (2007). Penentuan posisi dengan GPS dan aplikasinya. Penerbit ITB.

Anjasmara, I. M., & Yusfania, M. (2016). Analisa kecepatan pergeseran di Jawa. Jurnal Geodesi Undip, 5(2), 1–10.

Hadi, I. W. (2019). Kajian ketelitian hasil pengukuran menggunakan low cost GNSS dan GPS geodetik menggunakan metode PPP online. Institut Teknologi Nasional Malang, 2, 1–10.

Heliani, L. S., & Noviantara, H. (2025). Pengaruh Densitas Topografi Terhadap Ketelitian Model Geoid: Studi kasus Pulau Sulawesi. JGISE: Journal Of Geospatial Information Science And Engineering Учредители: Universitas Gadjah Mada, 7(2), 191.

Latif, M., Pamungkas, W. G., & Masvika, H. (2024). Pelatihan ilmu ukur tanah bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dan praktisi konstruksi. Jurnal Pengabdian Kolaboratif, 2(1), 33. https://doi.org/10.26623/jpk.v2i1.6865

Marbawi, M., Yuwono, D., & Sudarsono, B. (2015). Analisis pengukuran bidang tanah menggunakan GNSS RTK-radio dan RTK-NTRIP pada stasiun CORS UNDIP. Jurnal Geodesi Undip, 4(4), 1–10.

Parasu, B. (2023). Perbandingan ketelitian elevasi antara total station dan waterpass dalam pengukuran situasi di irigasi sungai sekunder Kedunggede, Bekasi [Skripsi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta].

Phalosa, G. P., Fadly, R., & Fajriyanto. (2023). Kajian tinggi orthometrik pengukuran RTK NTRIP-levelling hasil reduksi geoid global dan SRGI. DATUM: Journal of Geodesy and Geomatics, 3(1), 6–12.

Ramadhon, S. (2020). Pengaruh lingkungan pengamatan pada ketelitian horisontal GNSS dengan metode RTK-NTRIP. Jurnal Nasional Pengelolaan Energi Migas Zoom, 2(1), 27–35. https://doi.org/10.37525/mz/2020-1/249

Rastawira, T., Kahar, I. S., & Sabri, L. M. (2013). Analisis pengaruh model geoid terhadap penentuan tinggi orthometrik. Jurnal Geodesi Undip, 2(3), 88–102.

Ridwan, Zebua, D., & Solihin. (2023). Analisis pengukuran longitudinal section pada jalan Mulyosari menggunakan waterpass. Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan, 3(2), 17–23.

Riky, H. (2024). Perbandingan Ketelitian Beda Tinggi Antara Gnss Dan Waterpass Untuk Menunjang Pemetaan Situasi Di Universitas Lampung.

Samman, D. S., Patanduk, N., Ridwan, R., Natsir, T., & Gusfiadi, G. (2025). Analisis ketelitian pengukuran beda tinggi menggunakan metode waterpass dan total station. Indonesian Journal of Fundamental Sciences, 11(2).

Sukojo, B. M., Husnul, H., & Romario, S. (2017). Analisis ketelitian horizontal orthorektifikasi citra Pleiades untuk pembuatan peta dasar RDTR pesisir (Studi kasus: Kecamatan Semampir, Kota Surabaya) [Laporan penelitian]. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Winaya, I. N. A. P., & Ardika, W. D. (2017). Pemetaan situasi dan pengukuran beda tinggi, hammer test dan penyelidikan tanah di Pura Prapat Nunggal Kelurahan Benoa. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali, 1(1), 9

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Perbandingan Hasil Pengukuran Tinggi Dan Beda Tinggi GNSS Geodetic Komersial Dan Low CostTerhadap Waterpass Untuk Pemetaan. (2026). Jurnal Deformasi, 11(1), 131-140. https://doi.org/10.31851/deformasi.v11i1.21635