PENGARUH PENAMBAHAN KAWAT BENDRAT GALVANIS PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT LENTUR BETON

Hamdi Hamdi, Dafrimon Dafrimon, Soegeng Harijadi, Revias Revias

Abstract


ABSTRAK
Kekuatan struktur beton mengidentifikasikan kualitas beton yang digunakan. Semakin tinggi kekuatan struktur beton yang dikehendaki, maka semakin tinggi pula mutu beton yang harus digunakan. Penambahan serat baja berupa kawat bendrat berkait (hooked), diharapkan dapat memperbaiki kualitas beton dari sisi kekuatan lenturnya. Penelitian dilakukan melalui uji sampel yang dilakukan di
laboratorium, yaitu dengan menggunakan beton polos mutu K-300 (umur 28 hari), dengan penambahan serat kawat bendrat kadar 0%, 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%. Hasil pengujian diperoleh kuat lentur pada beton polos tersebut adalah 1,95 MPa. Pada penambahan 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% kawat bendrat terhadap campuran, berturut-turut dihasilkan kekuatan lentur sebesar 2,90 MPa, 4,51 MPa, 7,39 MPa, 9,04 Mpa dan 10,64 MPa. Dari trend peningkatan tersebut dapat disimpulkan bahwa
penambahan kawat bendrat sebesar 1% sampai dengan 5% terhadap campuran beton masih menunjukkan peningkatkan kuatan lentur beton secara linier. Perlu dilakukan penelitian selanjutnya dengan persentase-persentase kawat bendrat yang lebih besar dari 5% untuk mengetahui jumlah batasan maksimum kawat bendrat terhadapp campuran beton tersebut.
Kata Kunci : beton, kawat bendrat, kuat tekan, kuat lentur


Full Text:

PDF

References


Dafimon, H. Soegeng, Hamdi (2017) Pengaruh Pemakaian Kawat Bendrat Galvanis Sebagai Bahan Tambah pada Campuran Beton Terhadap Kekuatan Beton, Palembang.

Departemen Pekerjaan Umum (1990) Metode Pengujian Kuat Tekan Beton, SK SNI 03-1974-1990, Bandung

Departemen Pekerjaan Umum (1990) Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Kasar, SNI M – 09 1989 – F , Bandung

Departemen Pekerjaan Umum (1990) Metode Pengujian Kuat Tekan Beton, SK SNI 03-1974-1990, Bandung

Departemen Pekerjaan Umum (2011) Metode Uji Tekan Slinder yang Dicetak, SK SNI -1974-2011, Bandung

Departemen Pekerjaan Umum (2011) Cara Uji Kuat Lentur Beton Normal dengan Dua Titik Pembebanan, SNI 4431:2011, Bandung

Departemen Pekerjaan Umum (1989) Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A, SK SNI S – 04 -1989-F, Bandung

Mulyono, Tri. 2004. Teknologi Beton. Edisi 2. Penerbit Andi. Yogyakarta. Murdock, L.J Brook, B.M Stephanus H. 1999. Bahan dan Praktek Beton. Erlangga. Jakarta.

Nawy, E.G, 1990. Beton Bertulang Suatu Pendekatan Dasar. Erlangga. Jakarta

Siswanto, A. (2011) Pengujian Fiber Baja pada Kapasitas Tarik dan Lentur Beton, Industrial Research Workshop and National Seminar 2011, Bandung.

SNI. 03-2847-2002. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton. Beta Version. Bandung

Soroushian, P., Bayasi, Z. 1991. Fiber Type Effects on the Performance of Steel Fiber Reinforced Concrete. Michigan State University. Michigan, USA.

Suhendro. 2012. Pengaruh Fiber Kawat Lokal Pada Sifat-sifat Beton. Teknikinfra.blogspot.co.id, diakses tanggal 8 Mei 2017.

Widodo, Anis. Beton Dengan Serat Penyaring 4cm Berat Semen 350 kg/m3 dan FAS 0,5. http://journal.unnes.ac.id, diakses tanggal 08 Mei 201




DOI: http://dx.doi.org/10.31851/2972

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.