Pemanfaatan Limbah Batubara (Fly Ash) Sebagai Material Pengganti Agregat Kasar Pada Pembuatan Beton Ringan

Authors

  • Ani Firda Universitas Tridinanti Palembang
  • Rosmalinda Permatasari Universitas Tridinanti Palembang
  • Indra Syahrul Fuad Universitas Tridinanti Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31851/deformasi.v6i1.5423

Keywords:

aggregat kasar buatan, fly ash, resin, beton ringan

Abstract

ABSTRAK

 Sebagai salah satu bahan bangunan perkembangan beton beton saat begitu pesat, yang merupakan campuran pasir dan kerikilyang ditambah semen dan air. Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis (density) maksimum sebesar 1.850 kg/m3. Pada proyek bangunan tinggi (high rise building) penggunaan beton ringan secara signifikan dapat mengurangi berat konstruksi. Beton ringan dapat dibuat dengan dengan mengganti agregat kasar maupun agregat halus dengan material yang berat jenisnya lebih ringan. Dalam penelitian ini, penulis menggunaan fly ash sebagai material pengganti aggregat kasar pembentuk beton. Fly ash yang merupakan limbah batubara akan dicampur dengan bahan kimia resin yang berfungsi sebagai pengikat dan perekat dengan perbandingan komposisi agregat 60% fly ash dan resin 40%. Hasil pengujian analisa saringan yang dilakukan terhadap agregat kasar buatan tersebut didapat gradasi agregat kasar adalah jenis kerikil atau koral untuk ukuran maksimum 20 mm dan berat jenisnya adalah 1891 kg/m3 dengan kuat tekan betonnya pada umur 28 hari sebesar 6,85 Mpa. atau mengalami penurunan dari beton normal sebesar 10,92 Mpa (38,55%). Sehingga disimpulkan bahwa beton dengan campuran agregat  fly ash 60% dan resin 40% ini belum dapat digunakan sebagai beton ringan struktural karena hasil kuat tekannya yang rendah dibanding dengan beton normal, sehingga hanya dapat digunakan untuk beton ringan non struktural

References

ASTM C 567, Standard Test Method for Determining Density of Structural Lightweight Concrete, Annual Books of ASTM Standards. USA: Association of Standard Testing Materials.

Eko Hindaryanto Nugroho. (2010). Analisis Porositas dan Permeabilitas Beton dengan Bahan Tambah Fly Ash untuk Perkerasan Kaku (Rigid Pavement), UNS Press, Surakarta.

K George1 and P Revathi2 (2020), Production and Utilisation of Artificial Coarse Aggregate in Concrete - a Review, Jurnal IOP Conference Series: Materials Science and Engineering.

Purwanto, H., & Wardani, U. C. (2020). Pengaruh Penambahan Serbuk Besi Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu K225. Jurnal Deformasi, 5(2), 103-112.

SNI 03-2461 (2002). Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Beton Ringan Struktural. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

SNI 7656-2012. (2012). Tata Cara Pemilihan Campuran Untuk Beton Normal, Beton Berat dan Beton Massa. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

SNI 2847 (2013). Tata Cara Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

Tjokrodimuljo, Kardiyono. (2007), Teknologi Beton, Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Downloads

Published

2021-06-30

How to Cite

Firda, A., Permatasari, R., & Fuad, I. S. (2021). Pemanfaatan Limbah Batubara (Fly Ash) Sebagai Material Pengganti Agregat Kasar Pada Pembuatan Beton Ringan. Jurnal Deformasi, 6(1), 1–8. https://doi.org/10.31851/deformasi.v6i1.5423