RAGAM KAIDAH INTERTEKSTUAL PADA PUPUJIAN  (NADHOMAN) “TUJUH AHLI SAWARGA” DAN HADIS “SAB’ATUN YUDZHILLULLAH”

Authors

  • Gia Ramadhan UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Rohanda Rohanda UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Dedi Supriadi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.31851/pembahsi.v16i1.21426

Abstract

Penelitan ini mendeskripsikan ragam kaidah yang digunakan pada proses pembacaan intertekstual antara Pupujian  atau Nadhoman  Sunda yang berjudul “Tujuh Ahli Sawarga” dan hadis tentang “Sab’atun Yudzhillullah”. Pendekatan semiotika Julia Kristeva digunakan untuk mengungkap fenomena yang terjadi pada kedua teks tersebut. Metode penelitian kualitiatif digunakan untuk menjelaskan permasalahan secara deskriptif. Untuk memperoleh teks hadis yang lengkap beserta sanadnya, peneliti memperolehnya dalam laman jabar.nu.go.id. Sedangkan untuk memperoleh teks atau transkripsi pupujian , telah dilakukan observasi lapangan yang dilakukan di masjid Kecamatan Cibiru Kota Bandung, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Pangandaran sepanjang bulan Desember 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan makna antara teks hadis sebagai genoteks dan pupujian sebagai fenoteks melalui kaidah transformasi yang membuat membuat makna kedua teks menjadi sama. Selain itu, terdapat perbedaan secara radikal ditunjukkan antara fenoteks dan genoteks. Kontribusi penelitian ini yaitu turut memperkaya khazanah penelitian yang melibatkan teks agama dan Sastra Sunda sebagai wujud kekayaan kearifan lokal.

Downloads

Published

2026-06-17