BELAJAR BERKEADILAN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BAGI ANAK USIA DINI
DOI:
https://doi.org/10.31851/c100bh15Keywords:
Traditional Games, Learning Media, Early ChildhoodAbstract
ABSTRAK
Â
Permainan tradisional di era industri 4.0 tidak lagi menjadi hiburan dan media pembelajaran bagi masyarakat modern, khususnya anak-anak. Kecintaan anak terhadap game online, menjadikan permainan tradisional mulai terpinggirkan. Konservasi permainan tradisional sebagai media pembelajaran untuk anak usia dini perlu dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai karakter, memperluas wawasan anak tentang budaya lokal dan belajar, dan khususnya anak memperoleh berbagai ilmu pengetahuan dalam permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep berkeadilan melalui permainan tradisional yang kemudian dapat dijadikan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan model analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa permainan tradisional dapat dijadikan sebagai media belajar berkeadilan. Melalui permainan tradisional Maluku yakni permainan beta kaya beta miskin yang diajarkan kepada anak usia dini di PAUD Melissa Kota Ambon, siswa dapat memahami konsep kesetaraan dimana tidak ada pembeda antara yang kaya dan miskin. Oleh sebab itu, permainan tradisional menjadi sarana efektif dalam membelajarkan anak mengenal berbagai ilmu pengetahuan.
Kata Kunci:Â Â Â Â Permainan Tradisional, Media Pembelajaran, Anak Usia Dini
Â
Â
ABSTRACT
Traditional games in the industrial era 4.0 are no longer entertainment and learning media for modern society, especially children. Children's likes for online game, makes traditional games begin to be marginalized. Conservation of traditional games as learning media for early childhood needs to be done to revive character values, broaden children's horizons about local culture and learning, and especially children gain various knowledge in traditional games. This study aims to find the concept of justice through traditional games which can then be used as learning media. This research is qualitative-descriptive with the data analysis model of Miles and Huberman. The results of this study indicate that traditional games can be used as a medium of fair learning. Through traditional Maluku games, namely beta kaya beta miskin which is taught to early childhood at Melissa PAUD Ambon City, students can understand the concept of equality where there is no difference between rich and poor. Therefore, traditional games are an effective means of teaching children to know various sciences.
Keywords: Traditional Games, Learning Media, Early Childhood
References
Ajawaila, S., Mataheru, W., & Ngilawajan, D. A. (2019). PENDEKATAN PERMAINAN TRADISIONAL MUTEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TENTANG LINGKARAN USING MARBERS AS APPROACH IN TRADITIONAL GAMES FOR INCREASE THE LEARNING OUTCOMES. 2, 55–60.
Cendana, H., & Suryana, D. (2021). Pengembangan Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 771–778. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i2.1516
Faiz, P. M. (2017). Teori Keadilan John Rawls (John Rawls’ Theory of Justice). SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.2847573
Haumahu, C. P., Rampisela, T. P. T., & Wenno, Y. H. (2021). PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN ASPEK SOSIOEMOSIONAL ANAK KELAS 3 SEKOLAH DASAR Cynthia Petra Haumahu 1* ,. Prosiding Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling Universitas Pattimura Ambon, 1(1), 29–35. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30598/psnbk.v1i1.1255
Husain, R. I., & Walangadi, H. (2021). Permainan Awuta , Ponti dan Kainje dalam Menumbuhkan Nilai-Nilai Karakter Anak Usia Dini. 5(2), 1352–1358. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.839
Khasanah, I., Prasetyo, A., & Rakhmawati, E. (2012). PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA STIMULASI ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI. PAUDIA : JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, 1(1). https://doi.org/10.26877/paudia.v1i1.261
Marzoan, H. (2017). Permainan Tradisional Sebagai Kegiatan Ekstrakulikuler Untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial Siswa. Journal An-Nafs, 2(1), 1–21. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Moleong. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Wahyuni, F., & Azizah, S. M. (2020). Bermain dan Belajar pada Anak Usia Dini. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan, 15(01), 161–179. https://doi.org/10.37680/adabiya.v15i01.257
Witasari, O., & Wiyani, N. A. (2020). Permainan Tradisional untuk Membentuk Karakter Anak Usia Dini. JECED : Journal of Early Childhood Education and Development, 2(1), 52–63. https://doi.org/10.15642/jeced.v2i1.567
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fransisca Jallie Pattiruhu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
















