PEMAHAMAN GURU DALAM MENGGUNAKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR

Authors

  • aishwara nurul UINSU MEDAN

DOI:

https://doi.org/10.31851/938cg542

Abstract

Kurikulum merupakan salah satu bagian penting terjadinya suatu proses pendidikan. Karena suatu pendidikan tanpa adanya kurikulum akan kelihatan amburadul dan tidak teratur. Hal ini akan menimbulkan perubahan dalam perkembangan kurikulum, khususnya di Indonesia. Kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, dan sekaligus digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar mengajar pada berbagai jenis dan tingkat sekolah. Jadi dalam hal ini akan diberlakukannya kurikulum merdeka belajar. Yang dimana kurikulum merdeka belajar adalah bentuk evaluasi dari Kurikulum 2013. Yang dimana dikutip dari laman Kemdikbud, kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Jadi kurikulum merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibeel,sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi murid.

References

Marisa, M. (2021). Inovasi kurikulum “Merdeka Belajar†di era society 5.0. Santhet:(Jurnal

Sejarah, Pendidikan, Dan Humaniora), 5(1), 66-78.

Yusuf, M., & Arfiansyah, W. (2021). Konsep “Merdeka Belajar†dalam Pandangan Filsafat

Konstruktivisme. AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman, 7(2), 120-133.

Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: wawancara. Jurnal

Keperawatan Indonesia, 11(1), 35-40.

Mustaghfiroh, S. (2020). Konsep “merdeka belajar†perspektif aliran progresivisme John

Dewey. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 3(1), 141-147.

Manalu, J. B., Sitohang, P., & Henrika, N. H. (2022). Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Kurikulum Merdeka Belajar. Prosiding Pendidikan Dasar, 1(1), 80-86.

Published

2026-10-11