Evaluasi Unit Koagulasi-Flokulasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 DAN 2 PT. Hanarida Tirta Birawa
DOI:
https://doi.org/10.31851/q9brrc66Keywords:
koagulasi-flokulasi, instalasi pengolahan air, evaluasi, SNI 6774/2023Abstract
Keberhasilan suatu sistem Instalasi Pengolahan Air dapat dilihat dari tiga faktor utama yang harus diperhatikan, yaitu menjaga kuantitas juga kualitas pada air produksinya, serta kontinuitasnya. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi unit dan pengembangan pada IPA 1 dan 2. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dan komparasi data eksisting dengan kriteria desain yang tercantum dalam SNI 6774:2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa unit flokulasi telah memenuhi kriteria desain yang ada, akan tetapi unit koagulasi secara keseluruhan tidak sesuai karena nilai waktu detensi 195 detik dari kriteria 15-20 detik dan gradien kecepatan 2,33 detik-1 dari ≥ 500 detik-1, hal ini tidak memenuhi standar yang ditentukan dalam SNI 6774-2023. Masalah utama yang dihadapi, yaitu ketidaksesuaian unit koagulasi IPA 1 dan 2 PT. Hanarida Tirta Birawa dengan kriteria desain dan standar SNI 6774:2023. Masalah ini penting untuk diteliti karena proses koagulasi-flokulasi yang tidak optimal dapat menghambat pembentukan flok yang efektif sehingga mengurangi efisiensi pengendapan partikel pencemar, yang berdampak pada kualitas air yang dihasilkan. Optimalisasi diperlukan melalui dua rekomendasi, yaitu dengan menaikan debit air yang masuk dari 0,469 m3/s menjadi 4,5 m3/s tanpa mengubah bentuk eksisting yang ada sebelumnya, atau mengubah bentuk unit koagulasi menjadi circular dengan pengadukan mekanik. Kedua alternatif tersebut menghasilkan nilai yang telah memenuhi kriteria desain, sehingga diharapkan dapat menjadikan proses pembentukan flok lebih efisien dan maksimal untuk kinerja penurunan kadar kekeruhan, TDS, dan warna juga memaksimalkan hasil produksi yang ada pada PT. Hanarida Tirta Birawa dalam pelayanan air kepada masyarakat sekitar.
References
Chamdan, A., & Purnomo, A. (2013). Kajian Kinerja Teknis Proses Dan Operasi Unit Koagulasi-Flokulasi-Sedimentasi Pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kedunguling PDAM Sidoarjo. Jurnal Teknik ITS, 2(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v2i2.4427
Jannah, F. Z. J. Z., Zuhri, M. S., & Mulyadi, E. (2021). Optimasi Kadar Ozon Dalam Proses Disinfeksi Bakteri Coliform Pada Pengolahan Air Minum. Jurnal Teknik Kimia, 15(2), 59–65.
Kawamura, S. (2000). Integrated design and operation of water treatment facilities. John Wiley & Sons.
Marlis, I. S., & Arbi, Y. (2017). Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Minum Kelurahan Tarantang Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Skripsi.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan, Pub. L. No. 2 (2023). https://peraturan.bpk.go.id/Details/245563/permenkes-no-2-tahun-2023
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 122 Tahun 2015 Tentang Sistem Penyediaan Air Minum, Pub. L. No. 122 (2015). https://peraturan.bpk.go.id/Details/5701
Reynolds, T. D., & Richards, P. A. (1996). Unit Operations and Processes in Environmental Engineering. In Cengage learning series in engineering. PWS Publishing Company. https://books.google.co.id/books?id=9oViQgAACAAJ
Rizqiain, R., & Others. (2021). Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Minum di PT Hanarida Tirta Birawa Unit IPA 1 dan IPA 2. In Prosiding Seminar Teknologi Perencanaan, Perancangan, Lingkungan dan Infrastruktur (pp. 399–405).
Said, M. (2009). Pengolahan air limbah laboratorium dengan menggunakan koagulan alum sulfat dan poli aluminium klorida (PAC). Jurnal Penelitian Sains, 9(12), 38–43.
Said, N. I., & Eng, M. (2017). Teknologi Pengolahan Air Limbah. Jakarta: Erlangga, 228–230.
SNI 6774:2023 Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Pengolahan Air Sebagai Revisi Dari Sni 6774:2008 Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Pengolahan Air, Pub. L. No. 6774 (2023). https://akses-sni.bsn.go.id/viewsni/baca/10542
Wardhani, N. K., Badriani, R. E., & Pramitasari, N. (2024). Optimasi Kecepatan dan Waktu Pengadukan pada Proses Koagulasi dalam Menurunkan Kekeruhan Menggunakan Biokoagulan Biji Ketapang: Optimization of Stirring Speed and Time in the Coagulation Process in Reducing Turbidity Using Ketapang Seed Biocoagulant. JURNAL PROTEKSI: Jurnal Lingkungan Berkelanjutan, 4(2), 77–86.
Yahya, P., Kartika, R. N., & Pratama, Y. P. (2025). Penggunaan Koagulan Tawas untuk Mengolah Limbah Cair dari Proses Pencucian Plat pada Pencetakan Offset. Seminar Nasional Inovasi …. https://prosiding.pnj.ac.id/index.php/sniv/article/view/3830
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mochamad Zidan Sibromulis, Muhammad Abdus Salam Jawwad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






