Pemanfaatan Kitosan Dari Cangkang Keong Sawah (Pila Ampullacea) Sebagai Biokoagulan Untuk Penjernihan Limbah Cair Industri Tahu
DOI:
https://doi.org/10.31851/2hryn917Keywords:
Kitosan, biokoagulan, limbah cair tahu, cangkang keong sawahAbstract
Kitosan merupakan biopolimer alami hasil deasetilasi dari kitin yang memiliki potensi sebagai biokoagulan dalam pengolahan air limbah, khususnya limbah cair tahu. Kitosan mengandung gugus amina bermuatan positif yang dapat mengikat partikel tersuspensi dan koloid bermuatan negatif, sehingga efektif dalam proses koagulasi-flokulasi. Penelitian ini menggunakan kitosan yang diperoleh dari cangkang keong sawah (Pila ampullacea) untuk mengolah limbah cair tahu. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan nilai derajat deasetilasi kitosan serta mengkaji efektivitasnya dalam menurunkan parameter pencemar akibat limbah tahu. Dari hasil uji karakterisasi kitosan menunjukkan derajat deasetilasi adalah sebesar 65,69%, tergolong rendah sehingga memerlukan dosis yang lebih besar agar hasil pengolahan optimal. Variasi dosis kitosan yang digunakan adalah 1; 1,5; 2; 2,5; dan 3 gram, dengan dua variasi kecepatan pengadukan yaitu 100 rpm dan 200 rpm. Parameter yang diamati meliputi pH, TDS, TSS, COD, DO, dan kekeruhan. Hasil terbaik diperoleh pada dosis 3 gram dan kecepatan pengadukan 200 rpm, dengan penurunan TSS sebesar 54,10%, TDS 11,39%, COD 58,34%, dan kekeruhan 48,48%, meskipun nilai tersebut belum bisa memenuhi standar baku mutu yang diizinkan. Sedangkan nilai pH dan DO telah sesuai dengan standar baku mutu limbah cair industri berdasarkan Permen LH No. 5 Tahun 2014, terjadi peningkatan pH sebesar 39,41% yakni pH 6,7 dan DO sebesar 15,23%, yakni dari 6,65 mg/L menjadi 7,75 mg/L, yang memenuhi standar baku mutu, dari penelitian, kitosan dari cangkang keong sawah dapat digunakan sebagai biokoagulan, meskipun masih diperlukan peningkatan derajat deasetilasi untuk hasil yang lebih optimal dan ramah lingkungan.
References
Ainurrofiq M N et all (2017), Studi Penurunan TSS, Turbidity, dan COD dengan Menggunakan Kitosan dari Limbah Cangkang Keong Sawah (pila ampullacea) sebagai Nano Biokoagulan dalam Pengolahan Limbah Cair PT. Phapros, tbk Semarang, Jurnal Teknik Lingkungan, Vol. 6, No. 1 (2017)
Arifa, A.N., & Ratnawati, D. (2023). Analisis Dampak Sosial Industri Tahu Terhadap Kualitas Air di Desa Sidomulyo Kecamatan Punggur. SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education.
Bachtiar, F. E., dan Putro, R. K. H. 2022. Penentuan dan Optimasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Unit Lamella Clarifier dengan Penentuan Dosis Koagulan dan Flokulan. Journal of Applied Science and Technology. Vol. 3(1): 76-88.
Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2004). Air dan Air Limbah- Bagian 3: Cara Uji Padatan Tersuspensi Total (Total Suspended Solid, TSS) secara Gravimetri. Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Daroini, T. A., Arisandi, A. 2020. Analisis BOD (Biological Oxygen Demand) di Perairan Desa Prancak Kecamatan Sepulu, Bangkalan. Juvenil. Vol. 1(4):558-5667.
Hadrah et al. (2019). Analisis Penurunan Parameter Pencemar Limbah Cair Laundry dengan Multi Soil Layering (MSL). Jurnal Daur Lingkungan. 2. 36. 10.33087/daurling.v2i1.22.
Hasibuan, A., Sadia, H., & Amalia, T. (2023). Pemanfaatan Eceng Gondok untuk menurunkan Kandungan COD (Chemical Oxygen Demond), pH, Bau, dan Warna pada Limbah Cair Tahu di Indonesia. JIPDAS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar), 1(3), 1-11.
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri. [hukum.unsrat.ac.id/lh/menlh_51_1999 .pdf]. diakses tanggal 20 Februari 2025
Rohman T et al 2009, Pengaruh Konsentrasi Kitosan Terhadap Karakter Membran Kitosan, Sains dan Terapan Kimia, Vol. 2 No. 1 (Januari 2009), 14 – 24
Sriwahyuni et al, 2020. Pemanfaatan Cangkang Keong Sawah (Pila Ampullacea) Sebagai Biokoagulan Pada Pengolahan Limbah Domestik (Grey Water).
Wahyuni, R. 2022. Penentuan Dosis Optimum Koagulan FeCl3 untuk Pengolahan Air Limbah Industri dengan Metode Jar Test. Jurnal Ilmiah Indonesiai. Vol. 7(6): 6952-6961
Zakaria A et al (2021), S Efisiensi Penurunan Kadar COD, TS, TSS, Kekeruhan, dan TDS pada Air Limbah Industri Pangan menggunakan Koagulan Poly Alumunium Chloride dengan metode Jar Test, Warta Akab volume 45, no. 2, desember 2021, pp: 98-104
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Windi Rizkila , Hilwatullisan, Agusdin Agusdin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






