ANALISIS PENCEMARAN AIR SUNGAI MUSI AKIBAT AKTIVITAS INDUSTRI (STUDI KASUS KECAMATAN KERTAPATI PALEMBANG)

Masayu Rosyidah

Abstract


Kondisi sungai Musi saat ini terus mengalami penurunan kualitas. Penurunan kualitas ini terjadi akibat adanya berbagai kegiatan manusia, salah satunya kegiatan industri.  Beberapa kegiatan industri yang berada di kecamatan Kertapati antara lain industri Batu Bara, industri Semen, industri Karet, dan industri rumahan pembuatan sapu ijuk. Secara sadar atau tidak proses pengolahan maupun buangan industri di Kecamatan Kertapati berupa limbah cair atau padat, terkadang masuk langsung ke badan air sungai, yang kemudian menyebabkan penurunan kualitas air Sungai Musi, yang ditandai dengan perubahan secara fisik, kimia, maupun biologi. Tujuan dari penelitian ini yaitu bagaimana distribusi pencemaran air sungai Musi di Kecamatan Kertapati Palembang, dan bagaimana kondisi kualitas dan kuantitas fisik air sungai Musi menurut standar baku mutu yang ditetapkan pemerintah provinsi Sumatera Selatan, berdasarkan turbidity, pH, TDS, dan warna.Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan, yaitu dengan melakukan pengamatan dan pengukuran secara langsung di lapangan, dan uji laboratorium.Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi pencemaran air Sungai Musi di lapangan menunjukkan mengalami penurunan kualitas.  Hal ini terlihat pada beberapa parameter seperti turbidity, pH, TDS, dan warna.

 

Kata kunci : Kata kunci : pencemaran, kualitas air, sungai, industri, turbidity

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.