PENGARUH VARIASI SUHU RUANG INKUBASI TERHADAP WAKTU PERTUMBUHAN RHIZOPUS OLIGOSPORUS PADA PEMBUATAN TEMPE KEDELAI

Authors

  • Agus Wahyudi

DOI:

https://doi.org/10.31851/redoks.v3i1.2790

Abstract

Tempe merupakan makanan asli tradisional masyarakat Indonesia yang sangat populer sebagai makanan yang murah dan berprotein tinggi serta banyak manfaatnya bagi kesehatan manusia. Kacang-kacangan dan umbi-umbian cepat sekali terkena jamur (aflatoksin) sehingga mudah menjadi layu dan busuk. Untuk mengatasi masalah ini, bahan tersebut perlu diawetkan.Dengan banyaknya kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap konsumsi tempe serta pembuatannya memerlukan waktu lebih kurang dari 48 jam sehingga pasokan tempe dimasyarakat  belum memenuhi kebutuhan dimasyarakat, maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Variasi Suhu Ruang Inkubasi Terhadap Pertumbuhan Rhizopus Olisgosporus pada pembuatan Tempe Kedelai “.Dari hasil penelitian didapat hasil yang terbaik, Hubungan antara jumlah koloni jamur Rhizopus Oligosporus dengan waktu fermentasi (jam) pada pengenceran 10-1 pada suhu ruang inkubasi 35 oC memperlihatkan beberapa fase, yaitu (1) fase lag dengan waktu fermentasi 0 (nol) sampai 12 jam belum ada pertumbuhan, (2) fase akselerasi dengan waktu fermentasi 12 sampai 24 jam terdapat 4 koloni  sampai 10 koloni, (3) fase eksponensial dengan waktu fermentasi 24 sampai 36 jam diperoleh 10 koloni sampai 69 koloni, merupakan fase pertumbuhan optimum, (4) fase kematian dengan waktu fermentasi 36 sampai 48 jam pertumbuhan dari 69 koloni menurun sampai 40  koloni, sampai tidak ada pertumbuhan.

 

Kata Kunci : Tempe kedelai, inkubasi, Rhizopus oligosporus

 

Downloads

Published

2018-04-01

How to Cite

Wahyudi, A. (2018). PENGARUH VARIASI SUHU RUANG INKUBASI TERHADAP WAKTU PERTUMBUHAN RHIZOPUS OLIGOSPORUS PADA PEMBUATAN TEMPE KEDELAI. Jurnal Redoks, 3(1), 37–44. https://doi.org/10.31851/redoks.v3i1.2790