DAMPAK DAN SKENARIO KENAIKAN TINGGI MUKA AIR LAUT TERHADAP PENUTUP LAHAN (STUDI KASUS: KECAMATAN GUNUNG KIJANG, PULAU BINTAN)

Authors

  • Nirwana Wau Politeknik Negeri Batam
  • Wenang Anurogo Department of Informatics Engineering, Politeknik Negeri Batam, Indonesia
  • Muhammad Zainuddin Lubis Politeknik Negeri Batam
  • Muhammad Ghazali Politeknik Negeri Batam

DOI:

https://doi.org/10.31851/swarnabhumi.v7i1.6507

Keywords:

Skenario Kenaikan Air Laut, Mitigasi Bencana, Lahan, Citra Satelit, Bintan

Abstract

Perubahan iklim mempengaruhi komunitas dan wilayah di seluruh dunia. Perubahan iklim merupakan akibat dari pemanasan global yang disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca yang disebabkan oleh aktivitas manusia.Sektor terbesar emisi gas rumah kaca adalah industri, transportasi dan rumah tangga. Peningkatan konsentrasi beberapa gas rumah kaca telah menyebabkan peningkatan penyerapan energi matahari dan peningkatan refleksi panas matahari, sehingga meningkatkan suhu di bumi dan memicu perubahan iklim, sehingga secara tidak langsung meningkatkan jumlah air di laut dan menyebabkan kenaikan permukaan laut. Naik karena pemuaian air laut dan pencairan salju. Di kutub utara dan selatan bumi. Satu dampak perubahan iklim mungkin memiliki banyak dampak yang berbeda. Di antara banyak kemungkinan dampak pemanasan global, masalah yang paling sering dibahas adalah terkait dengan kenaikan permukaan laut. Pengukuran tinggi muka air laut ini dengan berkembangnya teknologi, pengukuran tinggi muka air laut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menggunakan citra satelit SPOT 5 untuk merekam perubahan muka air laut secara berkala dan kemudian menyajikannya dalam bentuk citra dengan tujuan untuk membuat scenario kenaikan tinggi muka air laut pada rentang kenaikan 0-50 m dan dampaknya terhadap scenario kenaikan tersebut terhadap area permukiman dan perkebunan. Untuk mengembangkan model kenaikan tinggi muka air laut di wilayah timur Pulau Bintan yaitu Kecamatan Gunung Kijang maka diperlukan data GDEM SPOT, yang berisikan informasi ketinggian dan karakteristik topografi, dalam hal ini data ketinggian adalah dalam kedetilan yang cukup tinggi. Data GDEM SPOT akan diolah dengan menggunakan teknologi SIG berbasis raster. Berdasarkan pemodelan ketinggian air laut yang sudah dilakukan dapat diketahui bahwa pada kenaikan tertinggi scenario 50 meter luas lahan yang bakal terdampak terhadap kenaikan tinggi muka air laut di Kecamatan Gunung Kijang yaitu daerah pemukiman seluas 261,880 ha & daerah perkebunan seluas 965,815 ha. Semakin tinggi muka air laut, maka semakin luas daerah yang terkena dampak kenaikan tinggi muka air laut

Author Biography

Wenang Anurogo, Department of Informatics Engineering, Politeknik Negeri Batam, Indonesia

Sinta ID : 6659920 http://sinta.ristekbrin.go.id/authors/detail?id=6659920&view=overview Scopus ID : 57200089165 https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57200089165

References

Alâ€Ghussain, L. (2019). Global warming: review on driving forces and mitigation. Environmental Progress & Sustainable Energy, 38(1), 13-21.

Antoni, S., Bantan, R. A., Taki, H. M., Anurogo, W., Lubis, M. Z., Al Dubai, T. A., ... & Arabia, S. (2018). The extent of agricultural land damage in various tsunami wave height scenarios: Disaster management and mitigation. Intl Arch Photogramm Remote Sens Spatial Inf Sci. DOI, 10.

Antoni, S., Bantan, R. A., Al-Dubai, T. A., Lubis, M. Z., Anurogo, W., & Silaban, R. D. (2019, June). Chlorophyll-a, and Sea Surface Temperature (SST) as proxies for Climate Changes: Case Study in Batu Ampar waters, Riau Islands. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 273, No. 1, p. 012012). IOP Publishing.

Anurogo, W., Silaban, R. D., Lubis, M. Z., Nugroho, C. B., & Mufida, M. A. K. (2019, October). Cross Comparison of Penman Monteith Potential Evapotranspiration Estimation Methods with Energy Equilibrium Models Using Remote Sensing Image Data. In 2019 2nd International Conference on Applied Engineering (ICAE) (pp. 1-6). IEEE.

Anurogo, W., Lubis, M. Z., Rumapea, B. A., Panuntun, H., Santiputri, M., & Wicaksono, P. (2020, October). Estimating Vegetation Temperature Condition and Its Impact on Drought for Natural Plantation Areas Using Multi-Band Sensor Remote Sensing Data. In 2020 3rd International Conference on Applied Engineering (ICAE) (pp. 1-5). IEEE.

Bamber, J. L., Oppenheimer, M., Kopp, R. E., Aspinall, W. P., & Cooke, R. M. (2019). Ice sheet contributions to future sea-level rise from structured expert judgment. Proceedings of the National Academy of Sciences, 116(23), 11195-11200.

Batamnews.co.id (2018, 05 Februari). Supermoon Bikin 7 Kecamatan di Bintan Dilanda Banjir Rob. Diakses pada 01 Desember 2018, dari https://www.batamnews.co.id/berita-29289-supermoon-bikin-7-kecamatan-di-bintan-dilanda-banjir-rob.html.

Chen, X., Zhang, X., Church, J. A., Watson, C. S., King, M. A., Monselesan, D., ... & Harig, C. (2017). The increasing rate of global mean sea-level rise during 1993–2014. Nature Climate Change, 7(7), 492-495.

Handiani, D. N., Darmawan, S., Heriati, A., & Aditya, Y. D. (2019). Kajian Kerentanan Pesisir Terhadap Kenaikan Muka Air Laut di Kabupaten Subang-Jawa Barat. Jurnal Kelautan Nasional, 14(3), 145-154.

Husni, A., & Safaat, S. (2019). PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DI DESA TELUK BAKAU, KECAMATAN GUNUNG KIJANG, KABUPATEN BINTAN. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 6(1), 1-17.

Isdarmanto, I., & Soebyanto, O. (2018). ANALISIS POTENSI PANTAI GLAGAH SEBAGAI EKOWISATA UNGGULAN DI KABUPATEN KULONPROGO. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah, 12(02), 1-12.

Kweku, D. W., Bismark, O., Maxwell, A., Desmond, K. A., Danso, K. B., Oti-Mensah, E. A., ... & Adormaa, B. B. (2017). Greenhouse effect: Greenhouse gases and their impact on global warming. Journal of Scientific research and reports, 1-9.

Lubis, M. Z., Anurogo, W., Mufida, M. A., Taki, H. M., Antoni, S., & Lubis, R. A. (2018, October). Physical condition of the ocean to global climate change variability: case study in the Batam waters, Indonesia. In 2018 International Conference on Applied Engineering (ICAE) (pp. 1-4). IEEE.

Nerem, R. S., Beckley, B. D., Fasullo, J. T., Hamlington, B. D., Masters, D., & Mitchum, G. T. (2018). Climate-change–driven accelerated sea-level rise detected in the altimeter era. Proceedings of the national academy of sciences, 115(9), 2022-2025.

Nofrizal, A. Y. (2017). NORMALIZED DIFFERENCE BUILT-UPINDEX (NDBI) SEBAGAI PARAMETER IDENTIFIKASI PERKEMBANGAN PERMUKIMAN KUMUH PADA KAWASAN PESISIR DI KELURAHAN KALANG KAWAL, KECAMATAN GUNUNG KIJANG, KABUPATEN BINTAN. Tunas Geografi, 6(2), 143-150.

Putra, F., Haryani, H., & Aditia, E. (2018). PENGEMBANGAN TATA RUANG WILAYAH PESISIR BERBASIS MITIGASI SEA LEVEL RISE (Kenaikan Muka Air Laut)(Studi Kasus: Wilayah Pesisir Kota Padang). Abstract of Undergraduate Research, Faculty of Civil and Planning Engineering, Bung Hatta University, 1(1).

Wahyudin, B. (2020). Ancaman Kenaikan Muka Air Laut Bagi Negara-Negara di Kepulauan Pasifik. Review of International Relations, 2(1).

Downloads

Published

2022-02-03