KEBUDAYAAN AGRARIS DI DESA TEGUR WANGI SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH

Authors

  • Muhammad Reno Aryadi Universitas PGRI Palembang
  • Aan Suriadi Universitas PGRI Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31851/kalpataru.v4i1.2450

Keywords:

Kebudayaan Agraris, Tegur Wangi, Sumber Pembelajaran Sejarah

Abstract

Kebudayaan Agraris di desa Tegur Wangi kota Pagaralam sudah ada sejak zaman prasejarah dan berpengaruh dalam kehidupan masa kini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  kebudayaan agraris apasajakah yang ada di desa Tegur Wangi yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA Negeri 14 Palembang? Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui kebudayaan agraris di desa Tegur Wangi yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA Negeri 14 Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kebudayaan agraris di desa Tegur Wangi dapat dilihat dari hasil akulturasi dalam kebudayaan Besemah yang berasal dari Asia (Vietnam, Thailand, Filipina) yaitu menghasilkan ilmu falak (menghitung musim tanam), tanaman pangan (padi, sayuran, buah-buahan), letak/posisi areal pertanian dan tanaman obat-obatan

References

Ahmadi, Abu. 2009. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Alam, Citra. 2012. Pengaruh Berbagai Konsentrasi Dekok Cabe (Capsicum SP) terhadap Mortalitas Ulat Spodoptera Litura pada Tanaman Kubis (Brassica Oleracea L) Organik. Skripsi. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Anggraini, Fita. 2013. “Sistem Tanam Dan Umur Bibit Pada Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa L). Varietas Inpari 13â€. Dalam Jurnal Produksi Tanaman. (Volume 1, Nomor 2, 2013).

Damayanti, Fitri. 2007. “Analisis Jumlah Kromosom dan Anatomi Stomata pada beberapa Plasma Nutfah Pisang (Musa SP) Asal Kalimantan Timurâ€. Dalam Bioscientiae. (Volume 4, Nomor 2, 2007).

Indriastuti, Kristantina. 2017. Penelitian Permukiman Megalitik Situs Tegur Wangi Kota Pagar Alam. Pagar Alam: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Arkeologi Sumatera Selatan.

Ismail, Arlan. 2003. Periodeisasi Sriwijaya. Palembang: Unanti Press Palembang.

Widnyana, K. 2007. “Bambu Dengan Berbagai Manfaatnyaâ€. Dalam Bumi Lestari. (Volume 8, Nomor 1, 2007).

Maryanti, Budha. 2011. “Pengaruh Alkalisasi Komposit Serat Kelapa-Poliester Terhadap Kekuatan Tarikâ€. Dalam Jurnal Rekayasa Mesin. (Volume 2, Nomor 2, 2011).

Mariska, Ika dan Suci Rahayu. 2011. “Pengadaan Bibit Tebu Melalui Kultur Jaringanâ€. Dalam J Litbang Pertanian. (Edisi 6-12 Juli 2011, No. 3413).

Soekmono. 1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 1. Yogyakarta: Kanisius.

Samadi, Budi. 2003. Usaha Tani Kacang Panjang. Yogjakarta: Kanisius.

Tjondronegoro, MP Sediono dan Wiradi Gunawan. 2004. “Menelusuri Pengertian Isitilah Agrariaâ€. Dalam Jurnal Analisis Sosial. (Volume 9, Nomor 1, 2004).

Warsito, R. 2012. Antropologi Budaya. Yogyakarta: Ombak.

Winarni, Endah. 2013. “Pengaruh Jenis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kopiâ€. Dalam Momentum. (Volume 9, Nomor 1, 2013).

Umiyasih, Uum dan Wina Elizabeth. 2008. “Pengolahan dan Nilai Nutrisi Limbah Tanaman Jagung Sebagai Pakan Ternak

Ruminansiaâ€. Dalam Wartazoa. (Volume 18, Nomor 3, 2008).

Downloads

Published

2018-07-01