MENTELAAH KONSEP PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA SYEKH BURHANUDDIN DI ULAKAN
DOI:
https://doi.org/10.31851/t021f409Abstract
Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana surau Syekh Burhanuddin di Ulakan mentalaah sebuah konsep pendidikan Islam. Penulis akan membahas metode pendidikannya, serta keuntungan dan kerugian. Pemerintah, tokoh adat, syekh, dan masyarakat umum dapat bekerja sama dan berkomunikasi untuk membangun surau sebagai pusat pembelajaran Islam tradisional. Ini juga dapat dicapai melalui pengembangan organisasi dan penerapan kepemimpinan dalam proses pengembangan dan pengelolaan organisasi. Surau dibangun sebagai pusat pengetahuan dan budaya tradisional, menghasilkan sumber daya moneter, mendorong aktivitas masyarakat dan surau, dan meningkatkan potensi ekonomi masyarakat melalui Program Surau. Untuk penelitian kualitatif deskriptif, penelitian kepustakaan digunakan. Ini disebabkan oleh fakta bahwa penelitian ini akan mempelajari semua dokumen atau konten yang ada di sumber referensi, termasuk yang berkaitan dengan subjek penelitian. Analisis isi akan digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surau adalah lembaga pendidikan Islam tradisional yang memfasilitasi pendidikan Islam, pendidikan adat, dan aktivitas sosial.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Kalpataru, Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah oleh http://univpgri-palembang.ac.id/e_jurnal/index.php/Kalpa/ berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .










