PANDANGAN ABDUS SALAM TENTANG SINERGI ANTARA AGAMA DAN ILMU PENGETAHUAN
DOI:
https://doi.org/10.31851/kalp.v11i2.21347Abstrak
Hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan sering kali dipandang dalam kerangka pertentangan, khususnya dalam wacana pendidikan dan pemikiran umat Muslim. Abdus Salam, seorang ilmuwan Muslim dan peraih Nobel Fisika, menawarkan pandangan yang berbeda dengan menekankan pentingnya sinergi antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan Abdus Salam mengenai hubungan harmonis antara nilai-nilai keagamaan dan pendekatan ilmiah, serta relevansinya dalam konteks peradaban Islam modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis terhadap karya tulis, pidato, dan biografi Abdus Salam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abdus Salam memandang sains sebagai cara untuk memahami ciptaan Tuhan, sedangkan agama memberikan arah etis dan spiritual bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Simpulan dari kajian ini menekankan bahwa sinergi antara agama dan sains, sebagaimana yang dicontohkan Abdus Salam, merupakan fondasi penting bagi pengembangan pendidikan dan pemikiran Islam yang progresif dan kontekstual.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 KALPATARU : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Kalpataru, Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah oleh http://univpgri-palembang.ac.id/e_jurnal/index.php/Kalpa/ berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .










