Analisis Tekno-Ekonomi Pemanfaatan Limbah Menjadi Energi (Studi Kasus di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur

Penulis

  • Wahyu Punjung Pesonagrata Program Studi Teknik Sistem Energi, Universitas Indonesia
  • Mohammad Akita Indianto Program Studi Teknik Sistem Energi, Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31851/ptfeqd34

Kata Kunci:

limbah, limbah menjadi energi, panel surya, Homer Pro, Energi Hibrida

Abstrak

Kawasan Industri Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) seluas 433 hektar di Jakarta Timur menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Sistem yang masih konvensional, seperti penggunaan tempat sampah manual, berisiko menyebarkan patogen dan membahayakan kesehatan pekerja serta masyarakat. Diperlukan reformasi pengelolaan limbah padat yang mencakup penguatan kebijakan, pembiayaan, keterlibatan sektor swasta dan masyarakat, serta inovasi teknologi berbasis ekonomi sirkular. Penelitian ini mengkaji potensi pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar pembangkit listrik di Kawasan Industri JIEP, dengan tambahan energi dari PLTS mengingat tingginya potensi energi surya. Teknologi yang dianalisis meliputi PLTS dan pembangkit listrik tenaga sampah (PLT Sampah) dengan proses Waste Derived Fuel (RDF). Studi ini menggunakan perangkat lunak Homer untuk menghitung LCOE, NPV, konsumsi bahan bakar, dan emisi pada empat skenario: PLT Sampah tunggal, hybrid PLT Sampah–PLTS dengan berbagai persentase beban, serta skenario sampah berbayar. Hasil menunjukkan skenario optimal adalah hybrid PLT Sampah–PLTS dengan beban 10%, menghasilkan NPV Rp408 miliar, LCOE Rp408 juta, konsumsi bahan bakar 2.435 ton/tahun, emisi CO₂ 379 kg/tahun, CO 39,8 kg/tahun, dan partikulat 0,241 ton/tahun

Referensi

[1] Dewan Perwakilan Rakyat, “Sisa Makanan, Plastik, dan Kertas Komposisi Sampah Paling Dominan,” Perlementaria Terkini - Dewan Perwakilan Rakyat.

[2] C. M. Annur, “Sampah Indonesia Bertambah pada 2022, Terbanyak dalam Empat Tahun,” Databoks.Katadata.Co.Id, 2023.

[3] L. J. J. Meijer, T. van Emmerik, R. van der Ent, C. Schmidt, and L. Lebreton, “More than 1000 rivers account for 80% of global riverine plastic emissions into the ocean,” Sci Adv, vol. 7, no. 18, 2021, doi: 10.1126/sciadv.aaz5803.

[4] J. R. Jambeck et al., “Plastic waste inputs from land into the ocean,” Science (1979), vol. 347, no. 6223, 2015, doi: 10.1126/science.1260352.

[5] M. R. Cordova et al., “Naskah Akademik Inisiasi Data Sampah Laut Indonesia Untuk Melengkapi Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut Sesuai Peraturan Presiden RI No.83 Tahun 2018,” Lipi, no. 83, 2019.

[6] Q. Arifianti, M. Abidin, E. Nugrahani, and K. Ummatin, “ancang Bangun Solar Dryer untuk Meningkatkan Kualitas Refuse Derived Fuels (RDF) sebagai Bahan Bakar Alternatif di Kiln Burner Industri Semen,” Jurnal Rekayasa Mesin, vol. 9, no. 3, 2018, doi: 10.21776/ub.jrm.2018.009.03.8.

[7] U. Azmiyati, G. T. Rancak, and W. Jannah, “Upaya Pengelolaan Sampah Berdasarkan Komposisi Sampah Di Kota Mataram,” Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya, vol. 2, no. 2, 2022, doi: 10.58218/lambda.v2i2.194.

[8] W. Yaici, E. Entchev, A. Annuk, and M. Longo, “Hybrid Renewable Energy Systems with Hydrogen and Battery Storage Options for Stand-Alone Residential Building Application in Canada,” in 11th IEEE International Conference on Renewable Energy Research and Applications, ICRERA 2022, 2022. doi: 10.1109/ICRERA55966.2022.9922705.

[9] Y. Fitrianingrum and A. Surjasatyo, “Techno-economic Analysis of co-firing waste Refused Derived Fuel (RDF) in coal-fired power plant,” International Journal of Engineering Business and Social Science, vol. 1, no. 05, 2023, doi: 10.58451/ijebss.v1i05.65.

Diterbitkan

2025-12-06

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

[1]
“Analisis Tekno-Ekonomi Pemanfaatan Limbah Menjadi Energi (Studi Kasus di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur”, AMPERE, vol. 10, no. 2, pp. 169–177, Dec. 2025, doi: 10.31851/ptfeqd34.