Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Bagi Karang Taruna di Desa Pusar dengan Prinsip 5M

Authors

  • Lasmiatun Lasmiatun Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Baturaja
  • Emilia Contessa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Baturaja
  • Rita Nilawijaya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Baturaja
  • Inawati Inawati Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Baturaja

DOI:

https://doi.org/10.31851/wdk.v8i1.19333

Abstract

Karang taruna merupakan ujung tombak masyarakat yang potensial sebagai objek sasaran pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia. Hal tersebut disebabkan generasi muda inilah yang nantinya akan memberikan pengaruh besar bagi pemakaian bahasa di lingkungan sekitar, terutama pada pemakaian bahasa di situasi resmi. Prinsip 5M yang dirumuskan adalah sebagai bentuk aplikasi sederhana yang dapat membangun semangat kecintaan terhadap bahasa Indonesia dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan agar generasi muda juga ikut berperan aktif dalam menjaga keberadaan bahasa Indonesia agar tetap eksis di masyarakat serta mampu menggunakannya dengan bijak tanpa mencampur aduk dengan bahasa lain yang merugikan kualitas bahasa Indonesia itu sendiri. Kegiatan ini adalah suatu bentuk upaya kepedulian terhadap pelestarian bahasa Indonesia pada generasi muda.

 

References

Anto, P., Hilaliyah, H., & Akbar, T. (2019). Pengutamaan Bahasa Indonesia: Suatu Langkah Aplikatif. El Banar: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 2(1), 17–24. https://doi.org/10.54125/elbanar.v2i1.21

Assapari, M. (2014). Eksistensi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Perkembangannya di Era Globalisasi. Prasi, 9(35), 29–37. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/PRASI/article/view/8943/5776

Fessler, D. M. T. (2004). Shame in two cultures: Implications for evolutionary approaches. Journal of Cognition and Culture, 4(2), 207-262. https://doi.org/10.1163/1568537041725097

Gausel, N. (2012). Facing in-group immorality: Differentiating expressed shame from expressed guilt. Review of European Studies, 4(4), 1-6. https://doi.org/10.5539/res.v4n4p1

Kim, Y. (2010). An understanding of shame and guilt: Psycho-socio-spiritual meaning. Torch Trinity Journal, 13(2), 218-232.

Nurjamal, D., Sumirat, W., & Darwis, R. (2013). Terampil Berbahasa: Menyusun Karya Tulis Akademik, Memandu Acara (MC/Moderator), dan Menulis Surat. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Downloads

Published

2025-08-12