Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Komunikasi Interpersonal pada Perkembangan Remaja di SMA Negeri 2 Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan

Authors

  • Citra Imelda Usman Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas PGRI Sumatera Barat
  • Mori Dianto Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas PGRI Sumatera Barat

DOI:

https://doi.org/10.31851/v396je84

Abstract

Peserta didik yang berusia remaja di SMA N 2 Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, sebagai makhluk sosial yang mana seharusnya melakukan komunikasi satu sama lain baik dengan keluarga, guru, teman sebaya dan lingkungan sekitarnya, namun sering terjadi ketidakefektivan dalam komunikasi. Hal ini disebabkan karena berbagai hambatan dalam komunikasi interpersonal. Tujuan dari program pengabdian ini adalah meningkatkan komunikasi interpersonal remaja yang efektif tanpa hambatan yang dapat digunakan untuk berhubungan dengan lingkungan sekitarnya. Metode PKM dengan melakukan observasi, dengan menggunakan pedoman observasi terhadap remaja dan mengamati secara langsung kondisi remaja. Selanjutnya melakukan wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara dan menayakan secara langsung kepada remaja dan sebagian orang tua dari remaja yang tentang komunikasi interpersonal. Selanjutnya Tim pengabdian memberikan edukasi/materi sesuai kebutuhan remaja dengan menggunakan metode presentasi dan diskusi. Hasil PKM bahwa adanya ketidakefektivan dalam berkomunikasi pada remaja. Hal ini disebabkan karena berbagai hambatan dalam komunikasi interpersonal: 1.) Hubungan yang kurang baik dengan keluarga, guru, teman sebaya, dan lingkungan sekitar. 2.) Tahap perkembangan remaja termasuk masa yang krusial karena remaja rentan mengalami krisis identitas. 3.) Kompetisi sosial yang buruk dan masalah dengan teman sebaya. 4.) Stress sosial yang merujuk pada perasaan tidak nyaman atau kecemasan yang dialami remaja dalam situasi sosial tertentu dan kecenderungan untuk menghindari situasi sosial yang membuatnya stress. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 78% remaja mengalami peningkatan keefektivan dalam komunikasi interpersonal, dengan melaporkan adanya hubungan yang lebih baik dengan keluarga, guru, teman sebaya dan lingkungan sekitarnya

References

Devito, Joseph A. 2011. Komunikasi Antar Manusia. Tanggerang Selatan. Kharisma Publishing Group.

Endah, N., Rohaeti, E. E., & Supriatna, E. (2021). Keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas XI SMA Negeri 1 Margaasih Kabupaten Bandung. FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling dalam Pendidikan). 4(2), 121-128.

Harjana. 2007. Komunikaisi Intrapersonal dan Interpersonal. Yogyakarta: Kanisius.

Mulyana, Deddy. 2000. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Siska, Sudardjo & Esti Hayu Purnamaningsih. (2003). Kepercayaan Diri dan Kecemasan Komunikasi Interpersonal pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi. No 2. 67 – 71.

Suranto A. W. 2010. Komunikasi Sosial Budaya. Yogyakarta: Ghaha Ilmu.

Suhartin Citrobroto. 2002. Hambatan dalam Berkomunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Solina Wira & Usman Citra Imelda. 2020. Profil Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Perempuan dalam Proses Perkuliahan. Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling. Vol. 10, No.2, Hal. 223-232.

Trenholm & Jensen. 1995. Komunikasi Public Relation. Bandung: Pustaka Setia.

Wike Karisma, Suarja Septya & Usman Citra Imelda. 2021. Pengaruh Komunikasi Interpersonal Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XI IPA di SMAN 1 Tanjung Mutiara Kabupaten Agam. JUANG: Jurnal Wahana Konseling. Vol. 4, No. 2. Hal. 172-185.

Wildan Zulkarnain. 2013. Dinamika Kelompok: Latihan Kepemimpinan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

2026-01-04