Edukasi Pemanfaatan Gulma Air (Kiambang dan Enceng Gondok) sebagai Pupuk Organik: Upaya Penerapan Konsep Circular Economy di Kalangan Mahasiswa

A Case Study in Muara Enim, South Sumatra

Authors

  • Ratih Wijayanti Universitas Serasan
  • Ali Martinus Universitas Serasan
  • Asia Afriyani Universitas Serasan
  • Ineke Fratiwi Universitas Serasan
  • Ayu Safitri Universitas Serasan
  • Muhammad Agus Universitas Serasan
  • Yandra Iskandar Universitas Serasan
  • Mita Hargianti Universitas Serasan

DOI:

https://doi.org/10.31851/kemas.v3i1.19285

Keywords:

Circular economy, Gulma Air, Pupuk Organik, Edukasi Lingkungan, Mahasiswa

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep circular economy melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan gulma air (Salvinia molesta dan Eichhornia crassipes) sebagai pupuk organik. Program dilaksanakan di Universitas Serasan, dengan melibatkan 10 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Lingkungan. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan fermentasi pupuk organik, serta evaluasi pemahaman melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dengan rata-rata skor post-test lebih tinggi 35–45 poin dibanding pre-test. Mahasiswa menunjukkan partisipasi aktif, khususnya dalam praktik pembuatan pupuk, yang menghasilkan produk berkarakteristik kompos matang secara visual. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan prinsip circular economy dapat dilakukan secara sederhana dan aplikatif, serta mendorong mahasiswa untuk mengembangkan riset dan inovasi berbasis limbah hayati lokal. Kegiatan ini juga menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai keberlanjutan di lingkungan pendidikan tinggi

References

S. J. Cooke et al., “Consequences of ‘Natural’ Disasters on Aquatic Life and Habitats,” Env. Rev., pp. 122–140, 2023, doi: https://doi.org/10.1139/er-2022-0050.

S. Prasetyo, S. Anggoro, and T. R. Soeprobowati, “Water hyacinth Eichhornia crassipes (Mart) Solms management in Rawapening Lake, Central Java,” AACL Bioflux, vol. 15, no. 1, pp. 532–543, 2022, [Online]. Available: http://www.bioflux.com.ro/aacl.

Calvin Levyanto Pramono et al., “Invasive and non-invasive macro aquatic plants inthe Upper Bengawan Solo River, Indonesia,” I N T L J B O N O R O W O W E T LA N D S, vol. 4, no. 1, pp. 37–48, 2024, doi: 10.13057/bonorowo/w140105.

B. Gopal, Water Hyacinth. Elsevier Science Publishers, 1987.

D. K. Sari and D. Wulandari, “Pengendalian eceng gondok (Eichhornia crassipes) menggunakan metode biologis di Danau Rawapening.,” urnal Pengelolaan Sumberd. Alam dan Lingkung., vol. 9, no. 1, pp. 45–52, 2019.

Pienyani Rosawanti, “Kandungan Unsur Hara Pada Pupuk Organik Tumbuhan Air Lokal,” J. Daun, vol. 6, no. 2, pp. 140–148, 2019.

M. B. Yunindanova, S. Supriyono, and B. S. Hertanto, “Pengolahan Gulma Invasif Enceng Gondok Menjadi Pupuk Organik Layak Pasar Sebagai Solusi Masalah Rawa Pening,” PRIMA J. Community Empower. Serv., vol. 4, no. 2, p. 78, 2020, doi: 10.20961/prima.v4i2.42053.

P. R. Pratama, P. B. Hastuti, and U. Kusumastuti, “Pengaruh Pupuk Organik Cair Eceng Gondok dan Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery,” Agrotek J. Ilm. Ilmu Pertan., vol. 1, no. 118–125, 2023.

M. H. Atqiya, A. W. Sholihah, M. M. Sari, R. Della Amellia, and M. Susiana, “Optimalisasi Pengelolaan Eceng Gondok Sebagai Inisiatif Pembangunan Berkelanjutan,” Community Dev. J. Pengemb. Masy. Islam, vol. 7, no. 2, p. 189, 2024, doi: 10.21043/cdjpmi.v7i2.23399.

R. C. Mey, S. Zaman, and A. W. Ritonga, “Manajemen Pengendalian Gulma Perkebunan Teh (Camellia Sinensis (L.) Kuntze) di Malang, Jawa Timur,” Bul. Agrohorti, vol. 12, no. 3, pp. 351–359, 2024.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Edukasi Pemanfaatan Gulma Air (Kiambang dan Enceng Gondok) sebagai Pupuk Organik: Upaya Penerapan Konsep Circular Economy di Kalangan Mahasiswa: A Case Study in Muara Enim, South Sumatra. (2025). Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 14-21. https://doi.org/10.31851/kemas.v3i1.19285