Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Penerapan Low Cost Ceramic Membrane Berbasis TKKS untuk Pengolahan Air Gambut di Panca Desa

Authors

  • Sisnayati Universitas Tamansiswa Palembang
  • Desfitrina Universitas TamanSiswa Palembang
  • Muhammad Faizal Universitas Sriwijaya
  • Nabila Istikharo Cesario Universitas Tamansiswa Palembang
  • Renovasi Universitas Tamansiswa Palembang
  • Dewi Putri Yuniarti Universitas Tamansiswa Palembang
  • Dian Sari Dewi Universitas Tamansiswa Palembang
  • Ria Komala Universitas Tamansiswa Palembang
  • Surya Hatina Universitas Tamansiswa Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31851/26a1bh49

Keywords:

Air bersih, gambut, Low Cost Ceramic Membrane, Tandan Kosong Kelapa Sawit, teknologi tepat guna

Abstract

Keterbatasan akses air bersih menjadi permasalahan utama masyarakat di wilayah gambut karena air gambut yang bersifat asam, berwarna, dan keruh. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan akses air bersih dan air minum serta memperkuat kapasitas Karang Taruna melalui penerapan Low Cost Ceramic Membrane berbasis tandan kosong kelapa sawit. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dari April–Juli 2026 dengan 25 peserta melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi serta penguatan keberlanjutan. Peningkatan pengetahuan diukur menggunakan penilaian pada pre-test dan post-test, sedangkan kinerja teknologi dievaluasi berdasarkan kualitas air sebelum dan sesudah pengolahan.  Setelah pengolahan, pH meningkat dari 3,7 menjadi 6,8, TDS menurun dari 562 menjadi 75,4 mg/L dan 27,2 mg/L untuk air bersih dan air minum. Kekeruhan menurun dari 8,52 menjadi 2,65 NTU dan 1,07 NTU, Fe menurun dari 5,89 menjadi 0,10 mg/L dan 0,05 mg/L, serta Mn menurun dari 0,53 menjadi 0,09 mg/L dan 0,02 mg/L. Hasil pengukuran pengetahuan menunjukkan bahwa nilai rata-rata meningkat sebesar 63,25% dari 58,5 pada pre-test menjadi 95,5 pada post-test. Pendampingan juga mengembangkan keterampilan operasional mitra dalam pengoperasian, pemeliharaan, serta penerapan standar operasional. Program ini menunjukkan potensi integrasi teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung penyediaan layanan air bersih berbasis komunitas secara mandiri dan berkelanjutan.

References

[1] M. Qadafi, D. R. Wulan, S. Notodarmojo, and Y. Zevi, “Characteristics and treatment methods for peat water as clean water sources: A mini review,” Water Cycle, vol. 4, no. February, pp. 60–69, 2023, doi: https://doi.org/10.1016/j.watcyc.2023.02.005.

[2] A. F. Faputri and I. A. Setiorini, “Pembuatan membran keramik berbahan dasar tanah liat, serbuk daun kelor, dan arang aktif untuk menurunkan kekeruhan dan meningkatkan nilai pH sampel air Sungai Musi,” J. Innov. Res. Knowl., vol. 2, no. 10, pp. 4285–4294, Apr. 2023, doi: https://doi.org/10.53625/jirk.v2i10.5471.

[3] S. Salsabilah, E. Safara, Y. Yuliani, M. A. Rukhiyat, M. Muhaimin, V. Febriansyah, S. Asfarina, “Pengembangan Alat Berbasis Membran Keramik Untuk Filtrasi Air bersih Di Kota Bima,” SEWAGATI J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, no. 2, pp. 71–76, 2024, doi: https://doi.org/10.61461/sjpm.v3i2.71.

[4] A. Rachmaini, E. Jumiati, and M. Masthura, “Pengaruh Penambahan Suhu Sintering Terhadap Karakteristik Keramik Berpori Berbahan Biji Salak Dan Clay,” CHEDS J. Chem. Educ. Sci., vol. 8, no. 1, pp. 21–24, 2024, doi: https://doi.org/10.30743/cheds.v8i1.8926.

[5] M. W. Hakami, A. Alkhudhiri, S. Al-Batty, M. P. Zacharof, J. Maddy, and N. Hilal, “Ceramic microfiltration membranes in wastewater treatment: Filtration behavior, fouling and prevention,” Membranes (Basel)., vol. 10, no. 9, pp. 1–34, 2020, doi: https://doi.org/10.3390/membranes10090248.

[6] S. Sisnayati, T. Aprianti, R. Komala, M. K. Yusya, and M. Faizal, “Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Menggunakan Teknologi Nanofiltrasi Membran Keramik,” J. Din. Penelit. Ind., vol. 33, no. 1, pp. 90–101, 2022.

[7] S. Sisnayati, D. Putri Yuniarti, R. Komala, S. Hatina, D. Sari Dewi, and E. Winoto, “Pengolahan air permukaan menjadi air bersih menggunakan teknologi membran di Kelurahan Talang Betutu Palembang,” J. Pengabdi. Masy. Pamong, vol. 1, no. 1, pp. 1–8, 2022.

[8] N. Fitriana and M. Rahmayanti, “Aplikasi Membran Filter Keramik Untuk Menurunkan Konsentrasi Zat Warna Remazol Red dan Nilai COD Limbah Cair Batik,” Al-Kimia, vol. 8, pp. 159–167, 2020, doi: https://doi.org/10.24252/al-kimiav8i2.15932.

[9] S. Sisnayati et al., “From biomass to clean water : Sustainable integration of low cost ceramic membranes for peat water treatment,” J. Ecol. Eng., vol. 27, no. 3, pp. 157–170, 2026, doi: DOI: https://doi.org/10.12911/22998993/212624.

[10] A. Nouira, M. Ben Hamden, M. Sayehi, and I. Bekri-abbes, “Transforming Waste to Water Filters : A Mini-Review of Ceramic Membranes from Upcycled Materials,” Waste, vol. 3, no. 29, 2025.

[11] M. H. S. Putra, K. A. Kurniawan, and M. Syallaby, “Community-based rainwater harvesting and simple water treatment system to improve domestic water security in rural Indonesia,” GIAT Teknol. untuk Masy., vol. 5, no. 1, pp. 23–32, 2026, doi: https://doi.org/10.24002/giat.v5i1.14241.

[12] S. Sisnayati, M. Said, S. Nasir, D. P. Priadi, M. Faizal, and T. Aprianti, “Effect of activated carbon made from oil palm empty-fruit bunch and iron oxide powder on the performance of ceramic membrane,” Open Ceram., vol. 13, pp. 101–104, 2023, doi: https://doi.org/10.1016/j.oceram.2023.100335.

Downloads

Published

2026-10-08

How to Cite

Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Penerapan Low Cost Ceramic Membrane Berbasis TKKS untuk Pengolahan Air Gambut di Panca Desa. (2026). Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 189-201. https://doi.org/10.31851/26a1bh49