Kinerja Unit Portable Pengolahan Air Minum Berbasis Membran Keramik: Efektivitas dalam Menurunkan E. Coli dan TSS

Authors

  • Miftahul Djana Universitas Lampung
  • Rizka Mayasari Universitas Lampung
  • Hasrul Anwar Universitas Lampung
  • Kurniawati Oktarina Institut Maritim Prasetiya Mandiri

DOI:

https://doi.org/10.31851/redoks.v10i1.18827

Keywords:

Air Minum, E-Coli, TSS, Membran Keramik

Abstract

Provinsi Lampung merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rentan terhadap bencana banjir dan kekeringan akibat dampak perubahan iklim. Kondisi ini menyebabkan gangguan terhadap pasokan air bersih bagi masyarakat, terutama pada musim ekstrem seperti musim hujan yang intens atau kemarau panjang. Di beberapa daerah, sumber air permukaan seperti sungai dan sumur dangkal tercemar akibat limpasan air hujan dan limbah domestik, terutama saat banjir. Sementara pada musim kemarau, banyak sumber air mengalami penurunan debit atau bahkan mengering. Selain itu, infrastruktur pengolahan air minum di wilayah terdampak sering kali tidak memadai atau tidak berfungsi optimal dalam situasi darurat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem pengolahan air minum portabel berbasis teknologi membran keramik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Teknologi tersebut dirancang untuk menurunkan parameter kualitas air seperti TDS, TSS, kekeruhan, dan E. Coli, serta memenuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel air dari wilayah terdampak banjir dan kekeringan di Provinsi Lampung. Air disaring menggunakan sistem portabel berbasis membran keramik yang dikembangkan dari campuran tanah liat, bentoni, zeolite, dan fly ash lalu dibakar untuk membentuk pori mikro. Sistem ini bekerja tanpa tekanan eksternal dan tanpa listrik, memungkinkan operasional dalam kondisi darurat. Uji kualitas air dilakukan sebelum dan sesudah penyaringan dengan parameter TDS, TSS, kekeruhan, dan Escherichia coli, menggunakan metode spektrofotometri, gravimetri, turbidimetri, dan MPN.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran keramik dengan kadar fly ash 75% dapat menurunkan TDS hingga 70%, dan membran keramik dengan kadar 10% dapat menurunkan E. Coli hingga 98%. Alat ini dirancang portabel dan tidak bergantung pada sumber energi eksternal, sehingga sangat praktis, cepat dioperasikan, dan efektif digunakan dalam kondisi darurat, terutama di wilayah terdampak bencana dengan keterbatasan akses terhadap infrastruktur air bersih.

Author Biography

  • Miftahul Djana, Universitas Lampung
    Environment Engineering

References

BNPB. (2021). Data banjir tahun 2021. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Retrieved from https://bnpb.go.id/berita/bnpb-verifikasi-5-402-kejadian-bencana-sepanjang-tahun-2021

Dewi, M. R., & Hamzah, A. (2020). Efektivitas membran keramik berbahan fly ash dalam menyisihkan TDS pada air permukaan. Jurnal Teknik Lingkungan, 8(2), 123–130.

Djana, M., Rizka Mayasari, Rosalia Dwi Werena, & Hasrul Anwar. (2024). Desain Sistem Pengolahan Air Layak Konsumsi Dengan Aplikasi Membran Ultrafiltrasi Termodifikasi. Jurnal Redoks, 9(1), 1–10. https://doi.org/10.31851/redoks.v9i1.13208

Herlina, S., Nugroho, D., & Sari, N. M. (2020). Efektivitas kombinasi media filtrasi dalam menurunkan kekeruhan air limbah domestik. Jurnal Teknologi Lingkungan, 21(1), 45–53.

Hermawan, R., Setiawan, A., & Kurniawan, B. (2021). Pengaruh komposisi fly ash terhadap karakteristik membran keramik dan kemampuannya dalam menyisihkan TSS. Jurnal Rekayasa Proses, 15(3), 78–85.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Lestari, I. R., Putra, W. A., & Rinaldi, M. (2020). Penyisihan bakteri E. coli menggunakan membran keramik pada pengolahan air permukaan. Jurnal Air dan Sanitasi Lingkungan, 9(2), 112–119.

Nasution, D., Wahyuni, S., & Pradana, D. (2022). Penggunaan membran keramik berbasis fly ash untuk penurunan TDS dan parameter fisik air sungai. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 10(1), 1–9.

Oktaviani, D., & Yusuf, R. (2019). Studi stabilitas fluks filtrasi dan adsorpsi TDS menggunakan karbon aktif sebagai pretreatment. Jurnal Teknik Pengolahan Air, 6(2), 89–96.

Pertiwi, D. R., & Nugroho, H. (2020). Efektivitas pretreatment dalam menurunkan kekeruhan pada sistem filtrasi air bersih. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(4), 233–241.

Prasetyo, Y. A., Hidayat, M., & Laksana, T. (2021). Perancangan unit portabel pengolahan air darurat berbasis pompa genset. Jurnal Teknik Infrastruktur, 7(1), 22–29.

Rahmawati, N., Sutrisno, E., & Aditya, M. (2021). Karakteristik kimia permukaan membran fly ash dan pengaruhnya terhadap nilai pH air filtrasi. Jurnal Material dan Lingkungan, 13(3), 55–61.

Rahayu, T., Siregar, M. L., & Putri, A. S. (2019). Sistem filtrasi air berbasis UV untuk kebutuhan air minum dalam situasi darurat. Jurnal Teknik Lingkungan dan Bencana, 5(2), 144–151.

Trifunovic, N. (2006). Introduction to urban water distribution. UNESCO-IHE Delft.

Downloads

Published

2025-06-28

How to Cite

Kinerja Unit Portable Pengolahan Air Minum Berbasis Membran Keramik: Efektivitas dalam Menurunkan E. Coli dan TSS . (2025). Jurnal Redoks, 10(1), 73-81. https://doi.org/10.31851/redoks.v10i1.18827