PEMANFAATAN DARAH SISA TRANSFUSI DALAM PEMBUATAN MEDIA BAP UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus pyogenes

Nurhidayanti Nurhidayanti

Abstract


Bakteri Streptococcus pyogenes menyebabkan penyakit infeksi di saluran pernapasan. Gold standard diagnosis penyakit akibat Streptococcus pyogenes adalah dengan cara kultur. Media khusus yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri ini adalah media agar darah. Media agar darah  mengandung nutrisi khusus untuk pertumbuhan bakteri, yang diperkaya dengan darah hewan atau manusia. Di Indonesia, darah domba wol (Wool Sheep) tidak mudah didapatkan, karena domba wol sulit dikembangbiakkan dan tidak dapat hidup beradaptasi dengan iklim tropis. Oleh karena itu, sebagai alternatif digunakan darah manusia sebagai senyawa esensial untuk pembuatan media agar darah (Abdat, 2010). Berdasarkan wawancara terhadap beberapa perawat di rumah sakit  terdapat fenomena pembuangan darah yang disebabkan reaksi transfusi pada pasien, sehingga darah tidak dapat dipergunakan lagi. Dengan adanya fenomena ini maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pemanfaatan darah sisa transfusi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan media BAP untuk isolasi pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes.Metode pemeriksaan eksperimental yaitu perbedaan jumlah koloni Streptococcus pyogenes pada media agar darah domba dan darah manusia.Jumlah koloni bakteri Streptococcus pyogenes yang tumbuh di media agar darah domba dan darah manusia tidaklah jauh berbeda tetapi pada media agar darah domba jumlah koloni mencapai 170 sedangkan pada media agar manusia hanya mencapai 143 dan ternyata lebih banyak koloni yang tumbuh di media agar darah domba karna disebabkan darah yang digunakan masih dalam keadaan segar, sehingga komponen darah masih dalam keadaan utuh, seperti hemoglobin dan eritrosit belum mati.Darah sisa transfusi masih dapat digunakan sebagai pengganti darah domba untuk menumbuhkan bakteri Streptococcus pyogenes.

 

Kata Kunci: Darah Transfusi, Streptococcus pyogenes, dan  BAP


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31851/indobiosains.v1i2.3189