Layanan Informasi: Mencegah Perundungan (Bullying) di Sekolah dengan Media Puzzle

Authors

  • Risma Kumara Rani Program Studi Bimbingan dan Konseling, FIPPS, Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
  • Reggiana Brescia Program Studi Bimbingan dan Konseling, FIPPS, Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
  • Susiati Susiati Program Studi Bimbingan dan Konseling, FIPPS, Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31851/7qvmc963

Abstract

Pertumbuhan anak merupakan tahap dimana anak mampu menemukan jati diri mereka. Dalam tahap ini, anak mampu melakukan berbagai aktivitas untuk mengeksplorasi diri mereka. Proses ini tidak hanya didorong oleh lingkungan keluarga, tetapi juga dari lingkungan sekolah anak. Ketika anak mencari jati dirinya, seringkali anak kurang memahami cara berteman dan membangun hubungan pertemanan yang baik. Ketidakpahaman ini akan menyebabkan mereka terlibat dalam perilaku bullying terhadap teman sebaya. Perilaku bullying di sekolah merupakan permasalahan yang serius yang menyebabkan dampak negatif di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, penulis berupaya memberikan layanan informasi yang dapat membantu mengurangi kasus perundungan (bullying) dengan meningkatkan pemahaman mengenai perundungan serta pencegahan terjadinya perundungan di sekolah dengan menggunakan media puzzle. Layanan informasi tentang pencegahan perundungan (bullying) dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Al Madinah, yang dipilih berdasarkan observasi yang menunjukkan kurangnya sosialisasi mengenai masalah ini. Kemudian adanya evaluasi, tim pengabdian masyarakat dapat mencari solusi mengenai kendala-kendala yang terjadi sehingga program pengabdian kepada masyarakat ini dapat lebih efektif.

References

Ali, M. (2011). Psikologi remaja: Perkembangan peserta didik.

Astuti, P. R. (2008). Meredam bullying: 3 cara efektif mengatasi KPAC kekerasan pada anak.

Desriani, D., & Devita, Y. (2019). The effect of health education on bullying knowledge among primary school student. JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan, 8(2), 28–34.

Donnellan, C., Hevey, D., Hickey, A., & O’Neill, D. (2006). Defining and quantifying coping strategies after stroke: a review. Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry, 77(11), 1208–1218.

Firmansyah, F. A. (2021). Peran Guru Dalam Penanganan Dan Pencegahan Bullying di Tingkat Sekolah Dasar. 2(3), 205–216. https://doi.org/10.18592/jah.v2vi3i.5590

Halim Hanafi, A. (2011). Metodologi Penelitian Bahasa untuk Penelitian Tesis, dan Disertasi. Jakarta: Diadit Media Press.

Harahap, R. S. (2023). PERAN GURU DALAM PENCEGAHAN BULLYING DI SEKOLAH SMKS (X) RANTAUPRAPAT DI TINJAU DARI PERATURAN KEMENDIKBUD NO. 82 TAHUN 2015. Tugas_ Akhir (Artikel): Jumal Research And Development Joumal OfEducation, 9(1), 357–364.

Klomek, A. B., Sourander, A., & Gould, M. (n.d.). The Association of Suicide and Bullying in Childhood to Young Adulthood: A Review of Cross-Sectional and Longitudinal Research Findings.

Meleong Lexy, J. (2006). Metodologi Penelitian kualitatif, Edisi Revisi, Bandung: PT. Rosda Karya.

Nies, M. A., & McEwen, M. (2019). Keperawatan kesehatan komunitas dan keluarga.

Padgett, S., & E. Notar, C. (2013). Bystanders are the Key to Stopping Bullying. Universal Journal of Educational Research, 1(2), 33–41. https://doi.org/10.13189/ujer.2013.010201

Pengurangan, E. G., Dampak, D., Bullying, B., Speech, D. H., Kalangan, D., Ivone, P., Tanujaya, K., Angel, E., Angelica, J., Marselina, I., Alfira, N., & Manik, E. A. (n.d.). Prosiding National Conference for Community Service Project (NaCosPro). http://journal.uib.ac.id/index.php/nacospro

Potter, & Perry. (2009). Fudamental Keperawatan Edisi 7 Buku 1 (Salemba Medika).

Rahmawati, S. W. (2016). Peran Iklim Sekolah terhadap Perundungan. In Jurnal Psikologi (Vol. 43, Issue 2).

Rigby, K., & Slee, P. T. (1991). Bullying among Australian school children: Reported behavior and attitudes toward victims. The Journal of Social Psychology, 131(5), 615–627.

Rusnoto, R., & Syafiq, A. N. (2017). Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Bullying pada Anak Sekolah di MTs Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Klambu Kabupaten Grobogan. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 8(1), 49–57.

Salsabila, H., Nurnazhiifa, K., Sati, L., & Windayana, H. (2022). Peran Layanan Khusus Bimbingan dan Konseling dalam Mencegah dan Menangani Kasus Bullying di Sekolah. Aulad: Journal on Early Childhood, 4(3), 290–298. https://doi.org/10.31004/aulad.v4i3.228

Sitasari, N. W. (2017). PERSEPSI TENTANG PERILAKU BULLYING DITINJAU DARI JENIS KELAMIN. In Jenis Kelamin Jurnal Psikologi (Vol. 15). www.sampoernafoundation.com

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Usman, I. (n.d.). KEPRIBADIAN, KOMUNIKASI, KELOMPOK TEMAN SEBAYA, IKLIM SEKOLAH DAN PERILAKU BULLYING.

Wiyani, N. A. (2012). Save our children from school bullying. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 129.

Downloads

Published

2025-11-05