Pengaruh Audit Tenure dan Audit Kinerja Terhadap Kualitas Audit Pada Perusahaan Sub Sektor Minyak, Gas, dan Batu Bara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2023–2025

Authors

  • Rahmad Rahmad
  • Mohamad Aryo Arifin
  • Aprizal Rosadian

DOI:

https://doi.org/10.31851/jmediasi.v9i1.22532

Keywords:

Audit Tenure, Audit Performance, Audit Quality, Extractive Industry

Abstract

ABSTRACT

 

This study aims to examine and analyze the effect of audit tenure and audit performance on audit quality in oil, gas, and coal sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2023–2025 period. The extractive sector was chosen because of its high accounting complexity, involving reserve estimation, impairment of exploration assets, environmental restoration obligations, and commodity price volatility, all of which place heavy demands on audit quality. This research employs a quantitative descriptive-verificative approach using secondary data obtained from the annual reports of sample companies published on www.idx.co.id. The population consists of 89 listed companies, and through purposive sampling, 23 companies were selected as the research sample, observed over three years (2023–2025), producing 69 firm-year observations that were reduced to 44 observations after outlier treatment to satisfy the classical assumption of normality. Audit tenure is measured by the length of consecutive audit engagement, audit performance is proxied by the natural logarithm of audit fees, and audit quality is measured using discretionary accruals based on the Modified Jones Model. Data were analyzed using multiple linear regression with the aid of SPSS version 26. The results show that audit tenure has a significant negative effect on audit quality, audit performance has a significant positive effect on audit quality, and both variables simultaneously have a significant effect on audit quality, with an adjusted R square of 23.8 percent. These findings support agency theory, in which the duration of the audit engagement and the depth of audit resource allocation jointly determine the auditor's capacity to reduce information asymmetry between principals and agents in the extractive industry.

 

Keywords: Audit Tenure, Audit Performance, Audit Quality, Extractive Industry.

 

 

ABSTRAK

Studi ini dilakukan untuk mengidentifikasi serta membuktikan dampak masa jabatan auditor (audit tenure) dan audit kinerja terhadap tingkat kualitas audit yang dihasilkan pada perusahaan subsektor minyak, gas, serta batubara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2023–2025. Sektor ekstraktif dipilih karena memiliki kompleksitas akuntansi yang tinggi, meliputi estimasi cadangan sumber daya alam, impairment aset eksplorasi, kewajiban pemulihan lingkungan, serta fluktuasi harga komoditas global yang menuntut kualitas audit pada level tertinggi. Jenis penelitian yang diterapkan yakni kuantitatif dengan menggabungkan metode deskriptif dan verifikatif. Data yang dipakai berjenis sekunder, yang diperoleh langsung dari laporan tahunan emiten sampel melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id). Populasi penelitian berjumlah 89 perusahaan, dan melalui teknik purposive sampling diperoleh 23 perusahaan sebagai sampel yang diamati selama tiga tahun (2023–2025) sehingga menghasilkan 69 observasi perusahaan-tahun yang kemudian direduksi menjadi 44 observasi setelah dilakukan outlier data guna memenuhi asumsi normalitas. Audit tenure diukur dengan lamanya perikatan audit secara berturut-turut, audit kinerja diproksikan dengan logaritma natural biaya audit (audit fee), dan kualitas audit diukur menggunakan discretionary accruals berdasarkan Modified Jones Model. Pengolahan data dilakukan melalui analisis regresi linier berganda menggunakan software SPSS versi 26. Temuan studi mengindikasikan bahwa audit tenure memberikan dampak negatif yang signifikan pada kualitas audit, sedangkan audit kinerja berkonstribusi positif signifikan. Secara bersama-sama, kedua variabel tersebut terbukti memengaruhi kualitas audit secara signifikan dengan kontribusi (Adjusted R-Square) sebesar 23,8%. Temuan ini mendukung teori keagenan, di mana lamanya perikatan audit dan kedalaman alokasi sumber daya audit secara bersama-sama menentukan kapasitas auditor dalam mereduksi asimetri informasi antara prinsipal dan agen pada industri ekstraktif.

 

Kata kunci: : Audit Tenure, Audit Kinerja, Kualitas Audit, Industri Ekstraktif

References

Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Produk Domestik Bruto Indonesia menurut Lapangan Usaha. Jakarta: BPS.

Brooks, L. Z., Cheng, C. S. A., & Reichelt, K. J. (2020). Audit firm tenure and audit quality: Evidence from U.S. firms. Accounting Horizons, 34(4), 1–25.

Christian, N., Istiqomah, N., Simdy, V., Dharmawan, C., & Angel, A. (2024). Analisis Kasus PT Bumi Resources Tbk Dengan Teknik Cash Flow Shenanigans. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(4), 3768–3776.

Dao, M., Huang, H. W., & Wang, K. (2023). Audit tenure and audit quality: A meta-analysis. Auditing: A Journal of Practice & Theory, 42(1), 87–112.

Datt, R., Luo, L., & Tang, Q. (2022). Corporate voluntary carbon disclosure strategy and carbon performance in the USA. Accounting Research Journal, 35(1), 122–143.

DeFond, M., & Zhang, J. (2014). A review of archival auditing research. Journal of Accounting and Economics, 58(2–3), 275–326.

Dinillah, R., & Djamil, N. (2024). Teori keagenan dalam tata kelola perusahaan. Jakarta: Salemba Empat.

Efrizal Syofyan. (2022). Auditing: Teori dan praktik. Padang: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang.

Fateqah, B. A., & Nuswardhani, S. K. (2024). Teori dan Praktik Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Anak Hebat Indonesia.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (9th ed.). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ditjen Minerba. (2023). Harga batubara acuan (HBA). Diakses dari https://www.minerba.esdm.go.id/harga_acuan.

Kurniasih, A., & Rohman, A. (2021). Pengaruh audit tenure, ukuran KAP, dan fee audit terhadap kualitas audit. Jurnal Akuntansi Universitas Diponegoro.

Li, Y., Wang, K., & Feng, M. (2021). Audit partner tenure and audit quality: Chinese evidence. China Journal of Accounting Research, 14(4), 363–382.

Maharani, D., Sari, R. N., & Putri, A. K. (2023). Determinants of audit quality in Indonesian mining companies. Asian Journal of Accounting Research, 8(1), 45–62.

Mardiasmo. (2018). Akuntansi sektor publik (edisi terbaru). Yogyakarta: Andi.

Neiroukh, S., & Caglar, M. (2025). Agency theory and corporate governance in public companies: Principal-agent dynamics. Journal of Corporate Governance.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengumuman sanksi akuntan publik. Diakses dari https://www.ojk.go.id.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2023). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penggunaan Jasa Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik dalam Kegiatan Jasa Keuangan. Jakarta: OJK.

Priyatno, D. (2022). Panduan praktis olah data menggunakan SPSS. Andi Offset.

Rai, I. G. A. (2008). Audit kinerja pada sektor publik. Jakarta: Salemba Empat.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research methods for business: A skill building approach (7th ed.). John Wiley & Sons.

Sinaga, E., & Rachmawati, S. (2020). Pengaruh audit tenure dan rotasi auditor terhadap kualitas audit pada perusahaan pertambangan di Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Bisnis.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (edisi ke-3). Bandung: Alfabeta.

Svanberg, J., & Öhman, P. (2023). Auditing practices and the role of audit quality. Managerial Auditing Journal, 38(2), 234–256.

Wulandari, T. R., & Fitriany. (2022). Pengaruh audit tenure, kompetensi auditor, dan audit kinerja terhadap kualitas audit. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia.

Downloads

Published

2026-10-03