Analisis Penerapan Metode Activity Based Costing (ABC) Dalam Menentukan Tarif Jasa Rawat Inap Di RSUD Kota Prabumulih

Lamrisma -, Emma Lilianti

Abstract


Determination of inpatient service tariffs Regional public hospitals (RSUD) use traditional cost methods. The traditional method theory is less effective in determining inpatient service tariffs because it only focuses on the presentation of financial information in the form of costs that occur at the stage of patient care, while in the management of inpatient services requires information about the causes of costs in the form of activities. This study aims to determine the application of the based costing activity method in determining the tariff of inpatient services at Prabumulih Hospital. The data observed were data relating to all activities of inpatient general patient care at Prabumulih general hospital and inpatient data taken in 2017. The research method used was descriptive quantitative. From the results of the research and discussion, it can be seen that the calculation of inpatient service rates using Activity based costing is higher compared to traditional rates. The price difference for each class is Class I Rp. 23,517, Class II Rp. 22,304 and Class III Rp. 173,322. Recommendations for Prabumulih Regional Hospital can determine the tariff of inpatient services by using Activity based costing method. Activity Based Costing is one of the alternatives in determining inpatient tariff because it has better accuracy, where the costs are expected to provide information for the management of Prabumulih Regional Hospital in estimating the costs correctly.

 

Keywords : Activity Based Costing Method (ABC).


Penentuan tarif jasa rawat inap Rumah sakit umum daerah (RSUD) menggunakan metode biaya tradisional. Teori metode tradisional kurang efektif digunakan dalam penentu tarif jasa rawat inap karena hanya memfokuskan pada penyajian informasi keuangan berupa biaya yang terjadi pada tahap perawatan pasien, sedangkan dalam pengelolaan pelayanan rawat inap di perlukan informasi tentang penyebab timbulnya biaya berupa aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode aktivitas based costing  dalam penentu tarif jasa rawat inap di RSUD Prabumulih. Data yang diamati merupakan data yang berhubungan dengan seluruh aktivitas pelayanan pasien umum rawat inap di rumah sakit umum Prabumulih dan data rawat inap yang di ambil pada tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat di ketahui bahwa perhitungan tarif jasa rawat inap  dengan menggunakan metode Activity based costing lebih tinggi di banding dngan tarif tradisional. Selisih harga pada masing-masing kelas tersebut yaitu Kelas I Rp 23.517, Kelas II  Rp 22.304 dan Kelas III  Rp 173.322. Rekomendasi untuk RSUD Prabumulih pihak rumah sakit dapat menetapkan tariff jasa rawat inap dengan menggunakan metode Activity based costing. Activity Based Costing salah satu alternatif dalam penentu tariff jasa rawat inap  karena memiliki keakuratan yang lebih baik, dimana biaya yang di harapkan dapat memberikan informasi bagi pihak manajemen RSUD Prabumulih dalam memperkirakan biaya secara tepat. 

 

Kata Kunci : Metode Activity Based Costing (ABC).


Full Text:

PDF

References


Ahmad, Kamaruddin. 2015. Akuntansi Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.

Carter, William K. 2009. Akuntansi Biaya. Jakarta: Salemba Empat.

Dunia, Firdaus A. 2012. Akuntansi Biaya. Jakarta: Salemba Empat

Krismiajdi, 2011. Akuntansi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.

Mulyadi, 2010. Akuntansi Biaya. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Pelo Gabryle Horman, 2011. Penerapan Activity Based Costing (ABC) Pada Tarif Jasa Rawat Inap Rumah Sakit umum Daerah Daya Di Makasar (online) (http//makalah skripsi.ac.survey. diakses 01 Januari 2016 jam 09:00)

Peraturan daerah Kabupaten ogan komering ulu selatan Nomor 30 tahun 2009. Tentang: pembentukan organisasi dan tata kerja Rumah sakit umum daerah Prabumulih. Prabumulih.

Rudianto. 2013. Akuntansi Manajemen. Jakarta: Erlangga.

Sugiono. 2013. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Sujarweni. 2014. Motodologi Penelitian. Bandung: Alfabeta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.