Pengaruh Profitabilitas Terhadap Pajak Penghasilan Badan Terutang Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Komsumsi Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31851/jmediasi.v8i1.20088Abstract
ABSTRACT
The consumer goods industry sector is an industrial group that produces goods that are used directly by consumers for daily needs. Products from this sector generally have stable demand because they are always needed by the community. The consumer goods industry sector has various sub-sectors such as the food and beverage sub-sector, the cigarette sub-sector, the cosmetics sub-sector and household goods and pharmaceuticals. The purpose of this study was to examine the effect of Profitability on Corporate Income Tax Payable in food and beverage sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2024 period. The population in this study was the food and beverage sub-sector listed on the IDX for the 2024 period consisting of 95 companies taken as many as 85 companies that met the research sample criteria in the 2024 period. The data analysis techniques used were descriptive analysis, normality test, simple regression analysis, correlation coefficient analysis (r) and t-test. The results of this study indicate that Profitability has a partial effect on Corporate Income Tax Payable. Partial t-test results show that profitability has a significant effect on corporate income tax payable, meaning that the higher the profitability, the higher the level of avoidance of corporate income tax payable caused by companies with large profits will be more free to take advantage of loopholes in tax management.
Keywords: Profitability, PPh Badan Terutang, Sektor Industri Barang komsumsi.
ABSTRAK
Perusahaan sektor industri barang komsumsi adalah selompok industr yang menyediakan barang pokok yang digunakan secara langsung oleh konsumen untuk kebutuhan sehari-hari. Produk dari sektor ini umumnya memiliki permintaan yang stabil karena selalu dibutuhkan masyarakat. Sektor industri barang komsumsi memiliki berbagai macam subsektor seperti subsektor makanan dan minuman, subsektor rokok,subsektor kosmetik dan barang keperluan rumah tangga dan farmasi. Tujuan dari penelitian yang peneliti lakukan adalah untuk menguji apakah terdapat pengaruh antara profitabilitas terhadap pph badan terutang pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2024 yang terdiri dari 95 perusahaan diambil sebanyak 85 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel penelitian dalam periode 2024. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji normalitas, analisis regresi sederhana,analisis koefisien korelasi (r) dan uji t. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Profitabilitas secara parsial berpengaruh terhadap PPh Badan Terutang. Pengujian secara parsial uji t mendapatkan hasil profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap pajak penghasilan badan terutang, artinya semakin tinggi profitabilitas, maka akan semakin tinggi tingkat penghhindaran pajak penghasilan badan terutang yang disebabkan perusahaan dengan laba yang besar akan lebih leluasa untuk memanfaatkan celah terhadap pengelolaan pajak.
Kata kunci: Profitabilitas, PPh Badan Terutang, Sektor Industri Barang Komsumsi
References
Arianti, L. (2020). Pengaruh Profitabilitas Dan Biaya Operasional Terhadap pajak penghasilan Badan Terutang pada perusahaan Food And Beverage yang Terdaftar Di Bursa BEI Periode 2013-2018.Universitas Medan Area
Badan Pusat Statistik. (2023). Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan 2023.Badan Pusat Statistik.https://www.bps.go.id
Chandika, R N. (2020). Pengaruh Biaya Operasional dan Profitabilitas terhadap pajak pengasilan Badan ( Studi Perusahaan Sektor Otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,Periode 2014- 2018).Palembang: STIE Multi Data Palembang
Dewi,T. (2020). Pengaruh Profitabilitas Leverage Biaya Operasional Terhadap pajak penghasilan Perusahaan Food And Beverage yang terdaftar di BEI
Gitman,L. J., & Zutter, C. J. ( 2015 ). Principles Of Manajerial Finance ( 14th ed). Pearson Education.
Kementrian Keuangan. (2015). Peraturan Menteri Keuangan Menteri Keuangan Republik indonesia Nomor 169/PMK.010/2015
Kusufiyah, A . (2021). Pengaruh Profitabilitas Likuiditas dan biaya operasional terhadap pajak penghasian badan pada perusahaansektor industri barang komsumsi yang terdaftar di bursa efek indonesia
Nurmala, ( 2024 ). Pengaruh likuiditas profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap harga saham pada perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan minuman yang terdaftar dibursa efek indonesia
Setiadi, S., & Resnawati,N. (2021).Pengaruh Struktur Modal Terhadap PPh Badan Terutang Pada Perusahaan Manufaktur Bidang Makanan dan Minuman yang terdaftar di BEI
Sugiyono,P. D. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta
Sulasmi. (2020). Pengaruh Profitabilitas,Likuiditas,dan Biaya Operasional Terhadap pajak penghasilan Badan (Studi Empiris pada perusahaan)
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan, 5 (2008)
Undang – Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaanya,Perubahan Ketiga UU Nomor 6 Tahun 1983
Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi peraturan perpajakan
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Media Akuntansi (Mediasi)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
The copyright of the received article shall be assigned to the publisher of the journal licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License in line with the license, authors and any users (readers and other researchers) are allowed to share and adapt the material only for non-commercial purposes. In addition, the material must be given appropriate credit, provided with a link to the license, and indicated if changes were made. If authors remix, transform or build upon the material, authors must distribute their contributions under the same license as the original.















