PEMAKNAAN SYAIR DAN KENJUN DALAM SENI REJUNG RINGIT BAGI MASYARAKAT SEMENDE (di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Pulau Beringin Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan)

Fadhilah Hidayatullah

Abstract


Abstrak

Pemahaman makna syair dan kenjun dalam seni Rejung, sebagai upaya membongkar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, mengarah pada karakter yang berasal dari pola hidup masyarakat di wilayah itu. Cerminan pada kehidupan pola tiga dan empat,  menyatu dalam kenjun dan syair. Pola masyarakat setempat cerminan dari terbentuknya karakter etnik yang terdapat dalam kesenian rejung. Kedalaman nilai yang bermakna, dapat dilihat dari bentuk yang berpola dan menjadi harmoni apabila disatukan, di antaranya adalah kenjun menunjukan pola tiga, syair menunjukan pola empat, dan nilai itu sendiri terkandung dari perpaduan kedua pola tersebut. Sehingga harmoni di dalam rejung yang menyampaikan makna yang sangat bernilai untuk masyarakat, khususnya di wilayah desa Tanjung Bulan.

Kata kunci: Rejung Ringit, dan Makna


Full Text:

PDF

References


Djohan. (2005). Psikologi Musik. Yogyakarta: Penerbit Buku Baik Yogyakarta.

Gie, Liang. 1976. Garis Besar Estetika (filsafat keindahan). Yogyakarta: Karya Yogyakarta.

Hastanto, S. (2011). Kajian Musik Nusantara I: Semester I Kajian Seni Minat Musik. Surakarta: ISI Press Solo.

Kasmahidayat, Y. (2010). Agama dalam Transformasi Budaya Nusantara. Bandung: CV.Bintang WarliArtika.

Mack Dieter. (2001). Musik Kontemporer dan Persoalan Interkultural. Bandung: Arti_line.

Palmer, R.E., (1969). Hermeneutika. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sudarmayanti, dkk. (2002). Metode Penelitian. Bandung: CV. Mandar Maju.

Sumardjo Jakob. (2006). Estetika Paradoks. Bandung: Sunan Ambu Press.

Takari Muhammad dkk. (2008). Masyarakat Kesenian di Indonesia. Studi Kultura, Fakultas Sumatra Utara.

Sumber Internet:

Http://baimstain.blogspot.com/2012/10/semiotika-komunikasi_29.html?m=1 (diakses 19/04/2014, pukul 14.00 WIB).

Http://fitrijay.wordpress.com/2013/01/07/bentuk-atau-struktur-lagu/(diakses 20/04/2014, pukul 20.30 WIB).




DOI: http://dx.doi.org/10.31851/sitakara.v4i1.2557

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.