KAJIAN KONSEP MANDALA TERHADAP MOTIF NAGA BESAUNG PADA KAIN TENUN SONGKET PALEMBANG

Robert Budi Laksana

Abstract


Abstrak

 

Tenun  Palembang merupakan salah satu hasil budaya masyarakat Melayu yang tinggal di pinggiran Sungai Musi. Mitologi naga memberikan imanijer visual masyarakat setempat untuk membuat motif naga atau sering disebut motif nago besaung pada kain tenun songket.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bantuk visual songket motif nago besaung dan konsep ajaran mandala dalam motif tersebut.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Mandala Konsep.Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi.Teknik analisis data menggunakan teknik interaktif analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Hasil penelitian yang pertama yaitu kain tenun songket Palembang secara struktur terdiri dari bagian kepala kain, badan kain dan pinggir kain.Yang kedua keberadaan motif nago besaung pada badan kain divisualkan dengan bentuk dua naga yang saling beradu/berkelahi dan dimungkinkan mendapatkan pengaruh dari budaya cina.Bentuk visual motif naga besaung sebenarnya merujuk pada ajaran mandala konsep. Dimana naga yang sedang bertarung adalah bentuk penggambaran sifat  baik dan buruk dari manusia. Manusia harus bisa mengendalikan diri dari hawa nafsu duniawinya.Delapan jalan menuju nirwana/kebaikan merupakan hakikat dari simbol naga pada motif nago besaung tersebut.Seorang pemimpin harus dapat mengendalikan dirinya dari perbuatan yang tidak baik untuk menuju kebaikan guna membentuk suatu keadilan, kesejahteraan, kemakmuran dan kebesaran.Sehingga tidaklah mengherankan motif nago besaung dalam adat Palembang menjadi simbol kebesaran dengan diwujudkannya motif nago besaung ini dalam pakain Aesan Gede.

 

Kata Kunci: Songket, Naga Besaung, Konsep Mandala


Full Text:

PDF

References


Aryo Sunaryo.2013. Ornamen Nusantara. Yogyakarta: Ombak

Dharsono Sony Kartika.2007.Budaya Nusantara: Kajian Konsep Mandala dan Konsep Triloka terhdap Pohon Hayat Pada Batik Klasik. Bandung: Rekayasa Sains.

.2004. Studi Ornamen:Sebuah Pengantar. Surakarta: P2AI bekerjasama dengan STSI Press Surakarta.

Jakub sumardjo.2002.Arkeologi Budaya Indonesia. Yogyakarta: Qalam Syamsir Alam.1996. Kain Songket Palembang. Palembang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Bagian Proyek Pembinaan Permuseuman Sumatera Selatan.

Suwati Kartiwa.1989. Songket Weaving In Indonesia.Jakarta: Jembatan Baru.

Sutopo,H.B.2001. Metode Penelitian Kualitatif .Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tjettjep Rohidi Rohadi.2000. Metodologi Penelitian Seni. Semarang: Cipta Prima Nusantara.

Yudi Syarofie.2007. Songket Palembang: Nilai Filosofi, Jejak Sejarah dan Tradisi. Sumatera Selatan: Pemprov Sumsel Depdiknas.




DOI: http://dx.doi.org/10.31851/sitakara.v4i1.2561

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.