FUNGSI DAN MAKNA BHAJAN PADA UPACARA AGAMA HINDU DI KUIL SHRI MARIAMMAN KOTA MEDAN

Authors

  • Agung Suharyanto Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Medan Area, Indonesia
  • Onggal Sihite Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Wiflihani Wiflihani Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Citra Girsang Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Firza Ramadhan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • OK. Dedy Arwansyah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Satrina Titania Siahaan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Rentha Bitha Eunike Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Tedi Tri Wibowo Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31851/sitakara.v5i2.4776

Abstract

Abstrak

Musik memiliki makna dalam pelaksanaan ibadah Agama Hindu dikarenakan musik adalah simbol pemujian terhadap Sang Yhang Whidi (Tuhan Pencipta Alam semesta). Shri Mariamman adalah Kuil yang berlokasi di Kota Medan. Bhajan Muruga merupakan lagu (mantra) renungan guna memuja dewa-dewi mereka ketika melakukan ibadah. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan makna musik pada pelaksanaan ibadah Agama Hindu di Kuil Shri Mariamman, Medan, Sumatera Utara. Metode penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif digunakan sebagai cara untuk menjelaskan hasil penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini menetapkan informan yang terlibat maupun yang tidak terlibat secara langsung. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa peran musik dalam ibadah umat agama Hindu sebagai sarana beribadah kepada Sang Yhang Whidi, Musik dijadikan sebagai bentuk pengiring nyanyian yang disebut dengan mantra sebagai doa-doa pemujaan. Makna yang terkandung di dalamnya adalah Nyanyian yang diiringi dengan musik menandakan pemujaan yang tulus, sungguh sungguh, penambah semangat, memuja, penyampaian doa dan rasa syukur umat Hindu kepada Sang Yhang Whidi.

 

Kata kunci: Fungsi, makna, musik, ibadah, Shri Mariamman.

References

Basrowi & Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Batubara, Sandro. (2012). Studi Analisis Melodi, Fungsi Dan Makna Teks Mantra Dalam Konteks Upacara Mandalabhisekam Pada Masyarakat Hindu Tamil Di Kuil Shri Balaji Venkateshwara Koil Medan. Medan: USU.

Bungin, Burhan. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. jakarta: Rajagrafindo Persada.

Cudamani, 1980. Pengantar Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Yayasan Dharma

Geertz, Clifford. (1973). The Interpretation of Culture. New York: Basic Books.

Kamal, Ahmad. (2011). Upacara Mappanretasi Studi Realitas Keberagaman Warga Nelayan Bugis Pagatan Kalimantan Selatan. Surabaya: UIN Sunan Ampel Surabaya.

Koentjaraningrat. (1990). Pengantar Antropologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Kumar, S. (2009). Komunitas Tamil di Kota Medan (Suatu Etnografi Mengenai Etnik Tamil di Kelurahan Madras Huu, Kecamatan Medan Polonia). Medan: USU.

Lagu Bhajan, (2015)

Lubis, Riri Tegar, (2015), Analisis Nyanyian Bhajan Pada Sekte Sai Baba Di Medan, Skripsi Universitas Sumatera Utara.

Mirriam, Alan. P. (1964). The Anthropology of Musicq. Nortwestern Univercity.

Moleong, Lexy. J. (2000). Metode Penelititan Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Murtana, I. Nyoman. (2011). Afiliasi Ritus Agama dan Seni Ritual Hindu Membangun Kesatuan Kosmis . MUDRA, 61-69.

Nazir. (1988). Metode Penelitian. Jakarta : CV Alfabeta.

Pasaribu, Herlina. Maysarah, (2018). Analisis Tekstual dan Musikal Bhajan pada Masyarakat Hindu Tamil di Kuil Shri Mariamman Medan, Skripsi Universitas Sumatera Utara.

Sarathy, Jhonny Edwin S., 1995. Pirartenei pada Aktifitas Religius Masyarakat Tamil di Shri Mariamman Kuil Medan: Kajian Struktur Musik dan Teks. Medan: Fakultas Sastra USU, Skripsi Sarjana Etnomusikologi.

Sinar, Lukman. (2008). Orang India di Sumatera Utara (The Indians in North Sumatera). Medan: Forkala.

Soedarsono. (1999). Seni Pertunjukan dan Pariwisata. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta.

Sugiyono. (2011). Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dan R & D. Bandung: CV Alfabeta.

Theresia, Friskila. (2015). Bentuk Penyajian Nyanyian Bhajan dalam upacara Nawarati pada Masyarakat Hindu Tamil di Shri Mariamman Kuil Medan. Medan: Universitas Negeri Medan.

Van Hove, (1990), Ensiklopedia Indonesia., Jakarta: Ikhtisar Baru

Wiflihani, (2016), Fungsi Seni Musik dalam Kehidupan Manusia, Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 2 (1) (2016): 101-107.

Wiflihani., Widiastuti, Uyuni., Sembiring, Adina Sastra. (2018). Pengembangan Musikalitas Melalui Bunyi-Bunyi Alam pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik Universitas Negeri Medan. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 2 (1): 20-27.

http://file.upi.edu/Direktori/FPIS M_K_D_U/196011241988031 EDI_SURESMAN/Ibadah_Aspek_Ritual_Umat_Islam.pdf diakses pada hari Minggu, 2 Desember 2019, pukul 10.00 WIB.

http://tikadenuvi.blogspot.com/2013/03/sejarah-fungsi-kuil-shri-mariamman-di.html?m=1 diakses pada hari Senin, 2 Desember 2019, pukul 10.12 WIB.

http://www/mantraHindu.com/sejarah-lengkap-agama-Hindu/ diakses pada hari Senin, 2 Desember 2019, pukul 10.30 WIB.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kuil_Shri_Mariamman

https://www.google.com/amp/sosiologis.com/metode-penelitian-deskriptif/amp?espv=1

https://idtesis.com/metode-deskriptif/

http://milmanyusdi.blogspot.com/2009/11/metodologi-penelitian-bab-iii.html?m=1

http://sosiologis.com/instrumen-penelitian/amp

Downloads

Published

2020-09-10

How to Cite

Suharyanto, A., Sihite, O., Wiflihani, W., Girsang, C., Ramadhan, F., Arwansyah, O. D., Siahaan, S. T., Eunike, R. B., & Wibowo, T. T. (2020). FUNGSI DAN MAKNA BHAJAN PADA UPACARA AGAMA HINDU DI KUIL SHRI MARIAMMAN KOTA MEDAN. Jurnal Sitakara, 5(2), 1–15. https://doi.org/10.31851/sitakara.v5i2.4776