Analisa Kadar Debu Terbang PM10 di Setiap Titik Pengukuran (Studi Kasus: Jalan Demang Lebar Daun)

Authors

  • Jumingin Jumingin Department of Physics, Universitas PGRI Palembang
  • Ridwan Septyanto Universitas PGRI Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31851/jupiter.v1i1.3106

Keywords:

Debu terbang, PM10, Demang Lebar Daun

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Analisa Kadar Debu PM10 di Setiap Titik Pengukuran di Jalan Demang Lebar Daun Kota Palembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh titik pengukuran terhadap kadar debu terbang PM10. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purpossive Sampling, dengan pengukuran langsung kadar debu terbang PM10 di masing-masing titik pengukuran di jalan Demang Lebar Daun Kota Palembang. Data yang diperoleh dilakukan analisis deskriptif, untuk mengetahui pengaruh titik pengukuran terhadap hasil pengukuran kadar debu terbang PM10. Dari hasil penelitian diperoleh kadar debu terbang PM10 tertinggi sebesar 137,2mg/Nm3 (di lokasi simpang Polda) dan kadar debu terbang PM10 terendah sebesar 113,8mg/Nm3 (di lokasi depan Griya Agung). Dari analisis deskriptif yang dilakukan ternyata titik pengukuran berpengaruh terhadap kadar debu terbang PM10.

 

 

 

 Research has been carried out on Analysis of PM10 Dust Levels at Each Measurement Point in Palembang Demang Lebar Daun Street. The purpose of this study was to determine the effect of measurement points on PM10 flying dust levels. The method used in this study is Purposive Sampling, by measuring directly the levels of PM10 fly dust at each measurement point on the in Palembang Demang Lebar Daun Street. The data obtained was carried out descriptive analysis, to determine the effect of measurenment point on the results of measurenment of PM10 flying dust levels. From the results of the study it was found that the highest PM10 fly dust content was 137,2mg/Nm3 (at the Polda intersection location) and the lowest PM10 fly dust content was 113,8mg/Nm3 (at the Griya Agung front location). From the descriptive analysis carried out it turned out that the measurenment point had an effect on PM10 flying dust levels.

References

BMKG. (2012) Buku Informasi Perubahan Iklim dan Kualitas Udara di Indonesia. BMKG: Jakarta.

Fatimah, C. L., Darundiati, Y. H., & Joko, T. (2018). Hubungan Kadar Debu Total dan Masa Kerja dengan Gangguan Fungsi Paru pada Pedagang Kaki Lima di Jalan Brigjen Sudiarto Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(6), 49-60. http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Mahrizal. (2012). Monitoring Magnetik terhadapPolusi Udara di Kota Padang. Fakultas MIPA: Universitas Negeri Padang.

Mengkidi. (2006). Gangguan Fungsi Paru dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya pada Karyawan PT. Semen Tonasa Pangkep Sulawesi Selatan (Tesis, Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang).

Nurjazuli. (2010). Analisis Perbedaan Kapasitas Fungsi Paru pada Pedagang Kaki Lima Berdasarkan Kadar Debu Total di Jalan Nasional Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1)

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. (1999). Pengendalian Pencemaran Udara. Indonesia.

Shalihah, A. A., Nurjazuli, & Setiani, O (2017). Analisis Perbedaan Fungsi Paru pada Masyarakat Berisiko Berdasarkan Kepadatan Lalu Lintas dan Kadar Debu Total Ambien di Jalan Kota Semarang, 5(3), 348-358. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

Sinolungan, J. S. V. (2009). Dampak Polusi Partikel Debu dan Gas Kendaraan Bermotor pada Volume dan Kapasitas Paru. Jurnal Biomedik, 1(2), 65-80.

Standar Nasional Indonesia 19-7119.3-2005. (2005). Udara Ambien-Bagian 3: Cara Uji Partikel Tersuspensi Total Menggunakan Peralatan High Volume Air Sampler (HVAS) dengan Metode Gravimetri.

Widyawati. (2011). Dampak Kepadatan Lalu Lintas terhadap Polusi Udara Kota Surabaya. Jurnal Fakultas Hukum, XX (20), Universitas Narotama Surabaya.

Downloads

Published

2019-07-04