Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan pada Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) di Kelurahan Sempaja Timur

Authors

  • Muhammad Irfan Nashrullah Universitas Mulawarman
  • Qoriah Saleha Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman
  • Muhammad Syafril Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.31851/jipbp.v18i2.12908

Keywords:

Analisis Finansial, Kelompok Pembudidaya Ikan, Kelurahan Sempaja Timur

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan finansial usaha budidaya ikan air tawar pada POKDAKAN Kampung Bengkuring Karya dan Rundan Ali Sejahtera di Kota Samarinda, mengetahui perbandingan tingkat kelayakan antara usaha budidaya dengan sistem monokultur dan sistem polikultur, dan mengetahui faktor penghambat bagi pembudidaya. Penelitian ini     sistem monokultur (ikan nila) layak secara finansial dengan nilai NPV: Rp 34.508.119, IRR: 99%, Net B/C Ratio: 4,80, PP: 1,246. Usaha budidaya ikan sistem polikultur (ikan nila dan lele) layak secara finansial dengan  nilai NPV: Rp 51.952.582, IRR: 148%, Net B/C Ratio: 6,59, PP: 0,759. Usaha budidaya ikan sistem polikultur (ikan nila dan patin) layak secara finansial dengan nilai NPV: Rp 93.323.273, IRR: 198%, Net B/C Ratio: 9,16, PP: 0,546. Pola polikultur (ikan nila dan patin) menghasilkan kelayakan finansial paling baik. Kendala yang dihadapi pembudidaya ikan pada 2 POKDAKAN ini yaitu faktor alam, pertumbuhan ikan yang lambat, pakan yang mahal, dan keaktifan anggota.

 

The purpose of this study was to analyze the financial feasibility of freshwater fish farming at POKDAKAN Bengkuring Karya and Rundan Ali Sejahtera villages in Samarinda City, to find out a comparison of the level of feasibility between aquaculture with a monoculture system and a polyculture system, and to find out the inhibiting factors for cultivators. This research was conducted from July 2022 to July 2023 in the East Sempaja Village, Samarinda City. The sample is 8 respondents using purposive sampling technique. The results showed that the monoculture system of fish farming (tilapia) was financially feasible with an NPV value of NPV: IDR 34.508.119, IRR: 99%, Net B/C Ratio: 4,80, PP: 1,246. Polyculture system fish farming business (tilapia and catfish) is financially feasible with NPV: IDR 51.952.582, IRR: 148%, Net B/C Ratio: 6,59, PP: 0,759. Polyculture system fish farming business (tilapia fish and  pangas catfish) is financially feasible with an NPV value of NPV: IDR 93.323.273, IRR: 198%, Net B/C Ratio: 9,16, PP: 0,546.. The polyculture system (tilapia and pangas catfish) produces the best financial feasibility. The constraints faced by fish cultivators in these 2 POKDAKAN are natural factors, slow fish growth, expensive feed, and active members.

References

Caesari, T. P., Helminuddin, H., & Syafril, M. (2023). Analisis Kelayakan Finansial Usaha Perikanan Tuna (Thunnus Spp) Di Kelurahan Berbas Pantai Kecamatan Bontang Selatan Kota Bontang. Jurnal Perikanan Unram, 13(2), 376-386.

Hasanah, N., Saleha, Q., & Sugiharto, E. (2022). Persepsi Pembudidaya Ikan Terhadap Peran Penyuluh Perikanan Di Desa Muara Aloh Kecamatan Muara Muntai Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis, 9(2), 69-81.

Husain, T. K., Mulyo, J. H., & Jamhari, J. (2016). Analisis Perbandingan Keuntungan dan Risiko Usaha Perikanan Rakyat Sistem Monokultur dan Polikultur di Kabupaten Pangkep. Agro Ekonomi, 27(2), 136. https://doi.org/10.22146/jae.2318K

Faisal, H. N. (2018). Analisis Pendapatan Usahatani Dan Saluran Pemasaran Pepaya (Carica Papaya L) di Kabupaten Tulungagung (Studi kasus di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung). Jurnal Agribis, 4(2), 12-28.

Khotimah, H., & Sutiono, S. (2014). Analisis kelayakan finansial usaha budidaya bambu. Jurnal ilmu kehutanan, 8(1), 14-2.

Mulyadi. 2005. Akuntansi Biaya. Edisi 5. Penerbit UPP AMP YKPN. Yogyakarta.Pudjosumarto, M. 1998. Evaluasi proyek. Uraian singkat dan soal jawab. Edisi kedua. Liberty. Yogyakarta.

Murwanto, D., Syafril, M., & Randika, Z. A. (2015). Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan di Dalam Karamba di Desa Pulau Lanting Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis, 2(2), 56-67.

Nurdin, M. (2022, December). Peran Pokdakan dalam Budidaya Ikan Lele di Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor. In Prosiding Seminar Nasional Perikanan Indonesia (pp. 179-189).

Pribadi, D. T., Saleha, Q., & Syafril, M. (2022). Analisis Ekonomi Usaha Budidaya Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepinus) Di Kolam Tanah Di Kelurahan Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara. Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis, 9(2), 103-113.

Syafril, M., Purnamasari, E., & Fidhiani, D. D. (2022). Analisis kelayakan finansial usaha perikanan tangkap di Kampung Gurimbang Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau. Agromix, 13(1), 55-66.

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.

Downloads

Published

2023-06-25

How to Cite

Muhammad Irfan Nashrullah, Qoriah Saleha, & Muhammad Syafril. (2023). Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan pada Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) di Kelurahan Sempaja Timur. Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan Dan Budidaya Perairan, 18(2), 128–139. https://doi.org/10.31851/jipbp.v18i2.12908