Catatan Pertama Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851)Di Pulau Mendanau, Kepulauan Bangka Belitung

Authors

  • Agus Budi Santoso Universitas Bangka Belitung
  • Tiara Puspa Anjani Universitas Bangka Belitung
  • Olivia Khanati Universitas Bangka Belitung
  • Dona Lista Universitas Bangka Belitung
  • Eva Lestari Universitas Bangka Belitung
  • Lindiatika Lindiatika Universitas Bangka Belitung
  • ardiansyah kurniawan Universitas Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.31851/x4cmck85

Keywords:

Rasbora einthovenii, Mendanau, Bangka Belitung, Geographic

Abstract

Kepulauan Bangka Belitung memiliki kekayaan ikan natif dan endemik yang tinggi. Belum semua wilayah di kepulauan ini telah teridentifikasi iktiofaunanya. Salah satu spesies ikan air tawar natif populer adalah Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851) dari famili Cyprinidae yang memiliki sebaran luas di Paparan Sunda.  Spesies dengan nama dagang internasional Blue line rasbora telah lama menjadi salah satu jenis ikan hias yang diimpor Amerika Serikat dari Asia. Di Kepulauan Bangka Belitung, spesies ini memiliki catatan keberadaannya di Pulau Bangka dan Belitung. Namun belum pernah diidentifikasi keberadaannya di Pulau Mendanau yang berada di antara Pulau Bangka dan Belitung. Ekplorasi R. enthovenii di Pulau Mendanau bertujuan untuk melaporkan catatan pertama keberadaannya di Pulau Mendanau dan menambah informasi mengenai distribusi geografisnya. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus tahun 2024. Proses ekplorasi ikan dilakukan pada perairan umum air tawar yang berada di Pulau Mendanau, Kabupaten Belitung. Identifikasi ikan menggunakan karakter morfologi pada morfometrik menggunakan aplikasi TPSDig dan meristik pada jari-jari sirip dan linealateralis. Keberadaan R. einthovenii ditemukan pada perairan umum di Pulau Mendanau. Spesimen yang ditemukan di Pulau Mendanau memiliki karakter morfometrik panjang total 5,35 ± 0,24 cm dan panjang standar 4,37 ± 0,13 cm. Pemastian spesies R. einthovenii melalui karakter meristiknya D.II.7, A.III.5, V.II.7, P.I.12, C. 16, dan LL.30. Publikasi ini menjadi catatan pertama R. einthovenii di Pulau Mendanau. Temuan ini menambah informasi distribusi geografis spesies ini di Kepulaua Bangka Belitung dan Indonesia.  Keberadaannya di pulau kecil seperti Pulau Mendanau menunjukkan kemampuan adaptasi ikan yang tinggi. Kehadiran R. einthovenii dapat menjadi alternatif sumber asal broodstock pada domestikasinya.

 

The Bangka Belitung Islands possess a high diversity of native and endemic freshwater fish species. However, not all areas within the archipelago have been explored for their ichthyofaunal composition. One of the popular native freshwater fish species is Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851) of the family Cyprinidae, which has a wide distribution across the Sunda Shelf. This species, internationally known as the Blue Line Rasbora, has long been among the ornamental fish exported from Asia to the United States. In the Bangka Belitung Islands, R. einthovenii has previously been recorded on Bangka and Belitung Islands, but not yet on Mendanau Island, which lies between the two. The exploration of R. einthovenii on Mendanau Island aimed to report the first record of its occurrence there and to provide additional information on its geographic distribution. The study was conducted from July to August 2024 in freshwater public waters of Mendanau Island, Belitung Regency. Species identification was carried out based on morphological characteristics through morphometric analysis using TPSDig software and meristic counts of fin rays and the lateral line. The presence of R. einthovenii was confirmed in freshwater habitats on Mendanau Island. The specimens exhibited morphometric characteristics with a total length of 5.35 ± 0.24 cm and a standard length of 4.37 ± 0.13 cm. Species confirmation was based on meristic characters: D.II.7, A.III.5, V.II.7, P.I.12, C.16, and LL.30. This publication represents the first record of R. einthovenii from Mendanau Island. The finding expands the known geographic distribution of this species in the Bangka Belitung Islands and Indonesia. Its occurrence on a small island such as Mendanau demonstrates the species’ high adaptive capability. The presence of R. einthovenii also suggests its potential as an alternative source of broodstock for domestication programs.

References

Akhrianti, I., Franto, S. T., Nurtjahya, E., Syari, I. A. (2018). Deteksi Perubahan Tutupan Lahan Menggunakan Citra Landsat ETM (Enhanced Thematic Mapper) Multi Temporal di Pesisir Utara Pulau Mendanau dan Pulau Batu Dinding, Kabupaten Belitung. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 12(1), 53-60.

Akhrianti, O., & Gustomi, A. (2018). Identification of biodiversity and potential freshwater fishes in Bangka Island. Jurnal Akuatik: Sumberdaya Perairan, 12(2), 75–83.

Chapman, F. A., Fitz-Coy, S., Thunberg, E., Rodrick, J. T., Adams, C. M., & Andre, M. (1994). An analysis of the United States of America international trade in ornamental fish. Project Final Report. University of Florida.

Erika, R., Kurniawan, K., & Umroh, U. (2018). Keanekaragaman ikan di perairan sungai linggang, kabupaten belitung timuR. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 12(2), 17-25.

GBIF Secretariat (2023). Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851). Checklist dataset https://doi.org/ 10.15468/39omei accessed via GBIF.org on 2025-08-27.

Haryono, H. (2012). Iktiofauna perairan lahan gambut pada musim penghujan di Kalimantan Tengah [Fish fauna of Central Kalimantan peatland waters in rainy season]. Jurnal Iktiologi Indonesia, 12(1), 83-91.

Irawan, D., Sari, S. P., Prasetiyono, E., & Syarif, A. F. (2019). Growth performance and survival rate of brilliant Rasbora (Rasbora einthovenii) at different ph treatments. Journal of Aquatropica Asia, 4(2), 15-21.

Khanati, O., Lindiatika, L., Lista, D., Syarif, A. F., & Kurniawan, A. (2023). Catatan Tambahan Ikan Endemik Betta schalleri Di Bangka Selatan Dan Ikan Yang Berasosiasi. Journal of Aquatropica Asia, 8(2), 93-97.

Khasana, U., Reza, Akbar, M. A., & Kurniawan, A. (2025). Inventarisasi Dan Pembaruan Komposisi Spesies Ikan Di Sungai Bumang, Pulau Bangka. Jurnal Biogenerasi, 10(4), 2069-2076.

Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of Southeast Asia: A catalogue and core bibliography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. Raffles Bulletin of Zoology, Supplement 27, 1–663.

Kottelat, M., Whitten, A. J., Kartikasari, S. N., dan Wirjoat-modjo, S. (1993). Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi (Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi). Periplus Editions-Proyek EMDI. Jakarta.

Kurniawan, A., Prasetiyono, E., Syaputra, D. (2020). Analisis korelasi parameter kualitas perairan kolong pascatambang timah dengan umur berbeda. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 11(2).

Kurniawan, A., Syarif, A. F., Nurcahyono, E., Kurniawati, F., Putri, Z. A., Silaen, J. O., Andini, A. M., & Kurniawan, A. (2025). Extremophile Fishes From Ex-Tin Mine Lake In Nibung Village, Central Bangka, Bangka Island. Jurnal Biogenerasi, 10(3), 1920-1926.

Muttaqin, Z., Dewiyanti, I., dan Aliza, D. (2016). Kajian hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan nila (Oreochromis niloticus) dan ikan belanak (Mugil cephalus) yang ditangkap di Sungai Matang Guru, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh TimuR. Skripsi. Universitas Syiah Kuala.

Nelson, J. S., Grande, T. C., & Wilson, M. V. H. (2016). Fishes of the World (5th ed.). Hoboken: John Wiley & Sons.

Rainboth, W. J. (1996). Fishes of the Cambodian Mekong. FAO Species Identification Field Guide for Fishery Purposes. FAO, Rome.

Ravelia, N., Robin, R., & Kurniawan, A. (2024). Rekayasa Warna Wadah Terhadap Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Ikan Seluang (Rasbora einthovhenii, Bleeker, 1851). Amreta Meena, 1(2), 1-5.

Reza, R., Akbar, M. A., & Kurniawan, A. (2025). Struktur Komunitas Dan Nilai Konservasi Ikhtiofauna Di Ekosistem Perairan Bumang, Pulau Bangka. Journal of Aquatropica Asia, 10 (2), 171-180.

Syarif, A. F., & Prasetiyono, E. (2019). Karakter morfometrik, pertumbuhan, dan sintasan tiga spesies ikan seluang (famili: Cyprinidae) asal Pulau Bangka. Media Akuakultur, 14(1), 1-7.

Syarif, A. F., Valen, F. S., & Herjayanto, M. (2023). First DNA barcoding and phylogenetics of wild Betta edithae (Anabantiformes: Osphronemidae) from Belitung Island, Indonesia. Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation, 16(5), 2626-2636.

Weber, M., dan Beaufort, L. F. (1916). The Fishes of the Indo-Australia Archipelago. E.J. Brill, Leiden. (3): 72-73.

Zakaria, R., Mansor, M., & Ali, A. B. (1998). Swamp-riverine tropical fish population: a comparative study of two spatially isolated freshwater ecosystems in Peninsular Malaysia. Wetlands Ecology and Management, 6, 261-268.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Catatan Pertama Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851)Di Pulau Mendanau, Kepulauan Bangka Belitung. (2025). Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan Dan Budidaya Perairan, 20(2), 41-49. https://doi.org/10.31851/x4cmck85