Kelayakan Pengembangan Usaha Pembenihan Ikan Lele (Clarias sp) Dengan Pendekatan Rapfish-Mds Di Kecamatan Buay Madang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur

Authors

  • Ira Meilina Megister Manajemen Perikanan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Terbuka
  • Donwill Panggabean Megister Manajemen Perikanan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Terbuka
  • Heri Wahyudi Megister Manajemen Perikanan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Terbuka

DOI:

https://doi.org/10.31851/tx5ge722

Keywords:

Tempat Pembibitan Ikan Lele, Studi Kelayakan, RAPFISH-MDS, Keberlanjutan.

Abstract

Pengembangan pembibitan ikan lele berkontribusi pada produksi akuakultur dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Kabupaten Buay Madang memiliki sumber daya yang memadai untuk perluasan pembibitan; namun, tantangan teknis dan manajerial memengaruhi kinerja bisnis. Studi ini bertujuan untuk menilai kelayakan dan keberlanjutan bisnis pembibitan ikan lele menggunakan pendekatan RAPFISH-MDS dan analisis keuangan. Ketujuh pemilik pembibitan dipilih sebagai responden. Keberlanjutan dievaluasi di seluruh dimensi ekologis, ekonomi, sosial, hukum-kelembagaan, dan teknologi, sedangkan analisis keuangan menggunakan NPV, IRR, rasio B/C, BEP, dan periode pengembalian modal. Hasil menunjukkan bahwa dimensi ekologis (88,94), sosial (100), dan hukum-kelembagaan (88,88) sangat berkelanjutan, ekonomi cukup berkelanjutan (72,34), sedangkan keberlanjutan teknologi masih rendah (45,31). Atribut sensitif utama meliputi wabah penyakit, penyerapan tenaga kerja, administrasi pelaporan, jarak kolam, dan kualitas pakan. Analisis keuangan menunjukkan kelayakan dengan NPV sebesar Rp 118.006.520,40, IRR sebesar 70,71%, rasio B/C sebesar 1,81, dan periode pengembalian modal selama 10 tahun 6 bulan. Secara keseluruhan, usaha pembibitan ikan lele di Buay Madang layak dan berkelanjutan, meskipun diperlukan peningkatan teknologi untuk meningkatkan pengembangan jangka panjang.

 

Catfish hatchery development contributes to aquaculture production and supports local economic growth. Buay Madang District has suitable resources for hatchery expansion; however, technical and managerial challenges affect business performance. This study aims to assess the feasibility and sustainability of catfish hatchery businesses using the RAPFISH-MDS approach and financial analysis. All seven hatchery owners were selected as respondents. Sustainability was evaluated across ecological, economic, social, legal–institutional, and technological dimensions, while financial analysis used NPV, IRR, B/C ratio, BEP, and payback period.Results show that ecological (88.94), social (100), and legal–institutional (88.88) dimensions are highly sustainable, economic is moderately sustainable (72.34), while technological sustainability remains low (45.31). Key sensitive attributes include disease outbreaks, labor absorption, reporting administration, pond distance, and feed quality. Financial analysis indicates feasibility with an NPV of IDR 118,006,520.40, IRR of 70.71%, B/C ratio of 1.81, and a payback period of 10 years and 6 months.Overall, the catfish hatchery business in Buay Madang is feasible and sustainable, although technological improvements are needed to enhance long-term development.

References

Agustin, M.S. dan Hasan, F. 2021. Analisis Keberlanjutan Usaha Budidaya Bandeng. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, 8(3), 737-751.

Amin, N. F., Garancang, S., & Abunawas, K. (2023). Konsep umum populasi dan sampel dalam penelitian. Pilar, 14(1), 15-31.

Atmaja, D., Nesmita, T. D., & Rijal, M. A. (2022). Analisis Kelayakan Usaha Pembenihan Ikan Nila (Orecrhromis niloticus) dan Ikan Gurami (Ospronemus gourami) di Desa Kutasari Kabupaten Purbalingga. Proceedings Series on Physical & Formal Sciences, 4, 212-219.

Azra, M. N., Rahman, M. A., & Ikhwanuddin, M. (2022). Sustainability challenges in freshwater fish hatchery systems. Aquaculture Research, 53(6), 2465–2476.

Faruk, M. A. R., & Anka, I. Z. (2017). An overview of diseases in fish hatcheries and nurseries. Fundamental and Applied Agriculture, 2(3), 311-316.

Fauzi, A., Anna, Z., & Suharno. (2022). Multidimensional sustainability assessment in small-scale fisheries management. Aquaculture Economics & Management, 26(3), 321–336.

Kurniawan, D., Saputra, A., & Rachman, A. (2023). Fish disease management in freshwater hatcheries. Jurnal Akuakultur Indonesia, 22(1), 55–66.

Lestari, D., & Prabowo, R. (2022). Kontribusi usaha pembenihan ikan air tawar terhadap ekonomi perdesaan. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 17(2), 189–200.

Muslim. (2017). Pemijahan ikan gabus (Channa striata) secara alami dan semi alami. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 5(1), 25-32.

Nugroho, E., & Putri, A. R. (2023). Technological constraints in small-scale freshwater fish hatchery systems. Jurnal Teknologi Perikanan, 14(2), 89–101.

Palupi, M., Fitriadi, R., Prakosa, D. G., & Pramono, T. B. (2020). Analisis kelayakan usaha pembenihan ikan kerapu cantang (Epinephelus sp.) di Desa Blitok, Situbondo. Samakia: jurnal ilmu perikanan, 11(2), 101-107.

Pitcher, T. J., & Preikshot, D. (2001). RAPFISH: a rapid appraisal technique to evaluate the sustainability status of fisheries. Fisheries Research, 49(3), 255-270.

Pitcher, T. J., Lam, M. E., & Ainsworth, C. (2021). Improvements and applications of RAPFISH sustainability indicators. Fisheries Research, 240, 105971.

Putri, A. R., Nugroho, E., & Suryani, D. (2024). Marketing constraints in small-scale fish hatchery businesses. Jurnal Manajemen Perikanan, 5(1), 33–42.

Rahman, F., Hidayat, S., & Prabowo, R. (2024). Financial feasibility and sustainability integration in aquaculture enterprises. Journal of Aquaculture Economics, 18(1), 44–58.

Wibowo, T., & Ardiansyah, M. (2021). Institutional governance in freshwater aquaculture development. Journal of Fisheries Policy, 9(2), 98–109.

Yuliani, R., Hanafiah, Z., & Prasetyo, D. (2021). Water resource management for sustainable catfish hatchery production. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan, 5(2), 87–96.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Kelayakan Pengembangan Usaha Pembenihan Ikan Lele (Clarias sp) Dengan Pendekatan Rapfish-Mds Di Kecamatan Buay Madang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. (2025). Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan Dan Budidaya Perairan, 20(2), 84-94. https://doi.org/10.31851/tx5ge722