UJI ORGANOLEPTIK SAGU LEMPENG DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DAN PENYEDAP RASA

Authors

  • Asy’ari Asy’ari
  • Jana Sidin

DOI:

https://doi.org/10.31851/jipbp.v14i1.3366

Abstract

Diversifikasi produk perikanan dimaksudkan agar ikan dimanfaatkan dalam bentuk yang lain seperti mie instan, biskuit, dan produk tradisional seperti pembuatan sagu lempeng yang dicampurkan dengan daging ikan. Sagu lempeng yang diproduksi oleh para pembuat sagu di Kabupaten Pulau Morotai kebanyakan hanya menggunakan sagu lempeng tanpa campuran bahan tambahan. Sagu lempeng yang diproduksi memiliki kandungan protein yang sangat rendah karena tidak ada penambahan bahan lain untuk meningkatkan kandungan protein yang ada dalam produk sagu yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat.  Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penambahan daging ikan cakalang dan adanya bahan tambahan seperti lada dan penyedap rasa untuk dapat menambah cita rasa serta kandungan protein pada produk tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah menentukan tingkat penambahan ikan cakalang yang optimal dengan menggunakan lada dan penyedap rasa dalam pembuatan sagu lempeng, dan untuk mengevaluasi uji organoleptik produk sagu lempeng setelah penambahan daging ikan cakalang dengan penambahan lada dan penyedap rasa. Penelitian ini dilakukan di Desa Dehegila Kabupaten Pulau Morotai. Hasil uji organoleptik dapat disimpulkan bahwa tingkat penambahan daging ikan cakalang (Katsuwonus Pelamis) yang optimal dengan mengunakan lada dan penyedap rasa dalam pembuatan sagu lempeng dari perlakuan Ao, A1, A2, dan A3 yang diterima oleh panelis adalah perlakuan A2 dengan konsentrasi ikan 35 g pati ikan + pati ubi kayu + 2 bungkus royco + 1 bungkus lada. Uji organoleptik produk sagu lempeng setelah penambahan daging ikan cakalang dengan penambahan lada dan penyedap rasa dapat berpengaruh nyata terhadap penampakan, warna, aroma, rasa, dan tekstur pada masing- masing perlakuan dengan konsentrasi ikan yang berbeda.

 

Kata Kunci: Uji organoleptik, sagu lempeng, Katsuwonus pelamis, penyedap rasa.

References

Anjasari, B. 2010. Pangan hewani fisiologi pasca Mortem dan teknologi. Graha Ilmu. Yokyakarta.

Hadiwiyoto, S, 1993. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan. Jilid 1. Liberti. Yogyakarta.

Hasan A, 2006. Skripsi Suplementasi daging ikan pada pembuatan sagu lempeng terhadap daya suka masyarakat. Indonesia.

Meilgard, M., Civille, G. V., Car, B. T. 2000. Sensory Evaluation Techniques. BocaRaton, Florida : CRC Press

Rahayu, W.P. (2004). Penuntun Praktikum Penilaian Organoleptik. Teknologi dan Gizi. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. Indonesia

Sajogyo, Goenardi, Said Roesli, Sri Setiati, H. M., Khumedi, (1980). Menuju Gizi Yang Baik dan Merata di Pedesaan dan di Kota. Gajah Mada University press. Yogyakarta.

Soekarto, S.T. 1985. Penilaian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bharata. Jakarta.

Setyaningsih D, Apriantono A, Sari MP. (2010). Analisis Sensori Untuk Industri Pangan dan Agro. IPB Press. Bogor.

Winarno, F.G. (1997). Kimia Pangan dan Gizi Gremedia. Jakarta.

Downloads

Published

2019-06-30

How to Cite

Asy’ari, A., & Sidin, J. (2019). UJI ORGANOLEPTIK SAGU LEMPENG DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DAN PENYEDAP RASA. Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan Dan Budidaya Perairan, 14(1). https://doi.org/10.31851/jipbp.v14i1.3366