KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENGKONSTRUKSI BUKTI MATEMATIS PADA MATA KULIAH ANALISIS REAL

Authors

  • Ety Septiati

DOI:

https://doi.org/10.31851/indiktika.v4i1.6761

Keywords:

kontruksi bukti matematis, analisis real

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam mengkonstruksi bukti matematis pada mata kuliah Analisis Real. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Palembang yang sedang mengambil mata kuliah Analisis Real pada Tahun Akademik 2020/2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Kemampuan mengkonstruksi bukti matematis mahasiswa dilihat dari nilai tes yang diperoleh dalam penyelesaian soal yang telah disusun dengan mengacu pada indikator kemampuan mengkonstruksi bukti matematis. Data penelitian dianalisis menggunakan perhitungan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam mengkonstruksi bukti matematis dominan berada pada indikator mengidentifikasi apa yang menjadi data dari pernyataan. Kemampuan mahasiswa dalam mengkonstruksi bukti matematis pada mata kuliah Analisis Real, yaitu: 6,5% berada pada kategori Baik Sekali, 35,5% kategori baik, 29% kategori cukup dan 29% masih berada pada kategori tidak mampu membaca bukti.

References

Barnard, T. 2000. Why Are Proofs Difficult? The Mathematical Gazette, Vol. 84(501) : 415-422. [Online]. Tersedia: http://www.jstor.org.

Darmawan, P. 2016. Berpikir Analitik Mahasiswa dalam Mengkonstruksi Bukti Secara Sintaksis. Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 2(2) : 154-165.

Faruq, A. 2014. Analisis Struktur Argumentasi dan Kemampuan Mengkonstruksi Bukti Matematika Siswa Sekolah Menengah. Skripsi tidak diterbitkan. Surabaya: UIN Sunan Ampel Surabaya.

Hadi, S. 2016. Kemampuan Mahasiswa dalam Mengkonstruksi Bukti Bentuk Biimplikasi Ditinjau dari Tingkat Kecemasan. JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika), Vol. 1(1) : 79-87.

Hanna, G. 1995. Challenge to the Importance of Proof. For the Learning of Mathematics,15(3).Canada: FLM Publishing Association.

Hernadi, J. 2008. Metoda Pembuktian dalam Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 2(1) : 1-13.

Morash, R. P. 1991. Bridge to Abstrac Mathematics : Mathematical Proof and Structure. New York: McGraw-Hill.inc.

Perbowo, K. S. dan Pradipta, T. R. 2017. Pemetaan Kemampuan Pembuktian Matematis Sebagai Prasyarat Mata Kuliah Analisis Real Mahasiswa Pendidikan Matematika. Kalamatika, Vol. 2(1) : 81-90.

Sumarmo, U. 2003. Advanced Mathematical Thinking dan Habit of Mind Mahasiswa. Bahan Ajar Mata Kuliah Kajian dan Isu Pendidikan Matematika Pascasarjana UPI dan STKIP Siliwangi Bandung. [Online]. Tersedia: https://docplayer.info/40412699-Advanced-mathematical-thinking-dan-habit-of-mind-mahasiswa.html

Selden, A. and Selden, J. 2003. Validation of Proof Considered as Texts: Can Undergraduates Tell Whether an Argument Proves a Theorem? Journal for Research Mathematics Education, Vol. 34(1) : 4-36.

Syawahid, M. 2015. Kemampuan Berpikir Formal Mahasiswa. Beta : Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 8(2) : 125-141.

Taufik, A. 2016. Diagnosis Kesulitan Mahasiswa di Universitas Kuningan dalam Pembuktian Menggunakan Induksi Matematika Beserta Upaya Mengatasinya Menggunakan Scaffolding. JES-MAT, Vol. 2(1) : 41-54.

Wahyuni, M. 2017. Analisis Problematika Perkuliahan Analisis Real. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 1(1) : 135-149.

Weber, K. 2001. Student Difficulty in Constructing Proofs : The Need for Strategic Knowledge. Educational Studies in Mathematics, Vol. 48 : 101-119.

Downloads

Published

2021-12-26