Persepsi Mahasiswa Universitas PGRI Palembang Terhadap Kearifan Lokal Kuliner Khas Sumatera Selatan

Authors

  • I Kertayana Komang Universitas PGRI Palembang
  • Neta Dian Lestari Universitas PGRI Palembang
  • Ramanata Disurya Universitas PGRI Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31851/ft3pyp65

Keywords:

Persepsi, Kearifan Lokal, Kuliner, Sumatera Selatan

Abstract

 

Abstrak

Generasi Z di Indonesia cenderung memiliki nilai keberlanjutan terhadap makanan tradisional, tetapi pengaruh makanan modern dan sikap hedonis dan utilitarian sering membuat mereka lebih memilih makanan modern daripada tradisional. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat persepsi mahasiswa Universitas Pgri Palembang terhadap kearifan lokal kuliner khas Sumatera Selatan. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan persepsi mahasiswa Universitas PGRI Palembang terhadap kearifan lokal tentang makanan khas Sumatera Selatan. Penelitian ini melibatkan sekitar 300 mahasiswa dari program studi Bimbingan Konseling Universitas PGRI Palembang. Sampel diambil secara stratified random sampling untuk memastikan bahwa sampel terdiri dari berbagai angkatan. Sebanyak 169 responden diambil menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner tertutup dengan skala Likert yang mencakup dimensi pengetahu. Pengumpulan data dilakukan melalui distribusi kuesioner online menggunakan Google Forms untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan serta memastikan etika penelitian seperti informed consent, kerahasiaan responden, dan persetujuan etika institusi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan distribusi persepsi serta inferensial, seperti uji regresi atau chi-square, untuk menemukan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi. Adapun hasil penelitian yaitu persepsi mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Universitas PGRI Palembang terhadap kearifan lokal kuliner khas Sumatera Selatan berada pada kategori baik hingga sangat baik, dengan pola yang menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap positif belum sepenuhnya diikuti oleh tindakan nyata yang konsisten, sehingga diperlukan upaya yang lebih terpadu dari berbagai pihak, baik institusi pendidikan, pemerintah, maupun komunitas budaya, untuk mengonversi kesadaran dan kecintaan mahasiswa menjadi perilaku pelestarian yang konkret dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aldyan, R. A. (2023). The impact of climate change on water resources and food security in Indonesia. Journal of Law, Environmental and Justice, 1(1), 50–63.

Anggraini, D., Putri, R. A., & Firmansyah, H. (2024). Literasi budaya kuliner pada generasi muda di Sumatera: Faktor pembentuk dan implikasinya terhadap pelestarian tradisi. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 9(1), 45–62. https://doi.org/10.24832/jpnk.v9i1.3421

Armanto, M. E. (2025). Leveraging selected local wisdom species in developing peatland restoration in South Sumatra, Indonesia. Visions for Sustainability, 24, 1–15.

Briawan, D. (2023). Preference for and consumption of traditional and fast foods among adolescents in Indonesia. Food Research, 7(2), 45–58.

Chen, J. (2024). Divergence and convergence: A cross-generational study on local food consumption. PMC, 11.

Fatimah, S., Kurnia, R., & Dewi, P. A. (2023). Orientasi pelestarian budaya lokal pada mahasiswa ilmu sosial: Studi komparatif antar program studi di perguruan tinggi Sumatera Selatan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 12(2), 178–194. https://doi.org/10.23887/jish.v12i2.5623

Haryati, N. (2024). Demographics and course choices: Impact on youth farming intention in Indonesia. International Journal of Adolescence and Youth, 29(1), 1–15.

Kartini, L. P., Putra, I. G. N. E., & Sari, N. L. P. (2025). Unearthing culinary wisdom: A study of traditional Balinese cuisine in the context of locality (pp. 256–270). Springer Nature.

Kharisma, B. (2024). An assessment of household food consumption patterns during the COVID-19 pandemic in Bali Province. Asian Economic and Financial Review, 14(5), 1–15.

Kristia, K. (2024). Generation Z’s appetite for traditional food: Unveiling the interplay of sustainability values as higher order construct and food influencers in Indonesia. Discover Sustainability, 5(1).

Kristia, K. (2025). From baseline expectations to high-barrier signals: Mapping Indonesian generation Z’s sustainable food consumption through item response theory and motive-based segmentation. Sustainable Food Systems, 9(2), 120–135.

Mahardhika, R., Sari, I. P., & Utomo, B. W. (2024). Peran institusi pendidikan dalam mendorong perilaku pelestarian kearifan lokal mahasiswa perguruan tinggi swasta di Sumatera. Jurnal Pendidikan Tinggi Dan Pengembangan, 6(1), 89–107. https://doi.org/10.21009/jptpp.v6i1.4512

Nugroho, F. A., & Wulandari, S. (2024). Pembentukan sikap afektif generasi muda terhadap kuliner tradisional: Peran memori emosional dan pengalaman kultural. Jurnal Kajian Budaya Dan Pariwisata, 11(1), 33–51. https://doi.org/10.24843/jkbp.v11i1.6234

Ossowska, L. (2024). Local food production based on culinary heritage—A way to local sustainability. Sustainability, 16(10), 1–18.

Pardosi, J. (2026). Integration of local wisdom in tourism: A cultural studies perspective for sustainable development in Samosir. Cogent Social Sciences, 12(1).

Pradana, M. (2024). Measuring Indonesian young consumers’ halal purchase intention of foreign-branded food products. Humanities and Social Sciences Communications, 11(1).

Pratiwi, M. R., & Hidayat, T. (2023). Integrasi kearifan lokal kuliner dalam kurikulum pendidikan tinggi: Tantangan dan peluang di era globalisasi. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(2), 112–128. https://doi.org/10.21831/jip.v8i2.5189

Rahayu, E., & Susanto, D. (2023). Pengaruh paparan budaya lokal sejak dini terhadap pengetahuan kultural mahasiswa: Studi kasus kuliner tradisional di Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Budaya, 10(1), 67–83. https://doi.org/10.17509/jppb.v10i1.4876

Rahman, T. U. (2025). Towards sustainable solutions: Climate change and food security in a globalized world. Wiley.

Rahmat, R. (2025). Promoting halal tourism through cultural heritage: The impact of the “One Nagari, One Event” program on tourist intentions. Journal Walisongo, 33(2), 150–165.

Setiawan, B., & Maharani, L. (2024). Penetrasi kuliner global dan dampaknya terhadap preferensi konsumsi generasi muda di era digital. Jurnal Gizi Dan Pangan Indonesia, 19(2), 145–161. https://doi.org/10.25182/jgpi.v19i2.5934

Suastuti, N. L. (2021). Teenager’s perception of traditional Balinese food in Kuta Selatan Badung Bali. Scitepress, 9, 1–10.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.

Veronica, E. (2021). Understanding value and attitude of Generation Z on Indonesian local cuisine. Atlantis Press, 125, 1–7.

Wargadalem, F. R. (2023). Pempek Palembang: History, food making tradition, and ethnic identity. Heritage Science, 11(1).

Downloads

Published

2026-05-20

How to Cite

Persepsi Mahasiswa Universitas PGRI Palembang Terhadap Kearifan Lokal Kuliner Khas Sumatera Selatan. (2026). Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan, 24(2), 179-192. https://doi.org/10.31851/ft3pyp65