Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Pantun Besaot Belitung sebagai Sumber Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal
DOI:
https://doi.org/10.31851/ben54337Keywords:
Belitung, Kearifan Lokal, Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pantun BesaotAbstract
Sejatinya, budaya kearifan lokal tidak bisa terpisahkan dari entitas kehidupan masyarakat. Setiap budaya yang ada sudah barang tentu menyimpan nilai sosial kultural yang bermanfaat bagi manusia untuk menciptakan kedamaian dan kesejahteraan. Namun, permasalahan saat ini adalah nilai kearifan lokal mulai tergeserkan oleh derasnya pengaruh globalisasi dan modernisasi. Pembelajaran berbasis kearifan lokal adalah jalan terbaik untuk mengenalkan nilai kebudayaan sejak dini kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menguraikan implementasi pembelajaran berbasis kerifan lokal pada budaya pantun besaot masyarakat Belitung. Metode penelitian ini adalah deskriptif kaulitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menemukan beberapa nilai kearifan lokal pada pantun besaot acara pernikahan masyarakat Belitung, diantaranya nilai religius, nilai tanggug jawab, nilai keberagaman adat-istiadat yang saling hormat-menghormati, nilai menjunjung adat-istiadat budaya, nilai disiplin dan kerja keras, dan nilai tolong-menolong. Beberapa nilai di atas terkristalisasi menjadi lima (5) nilai utama, yakni nilai religius, nasionalis, gotong royong, integritas, dan mandiri.
Downloads
References
Adiwijaya, S., Rafsanjani, M. A., Kaharap, Y., Siyono, S., & Bakri, A. A. (2023). Pentingnya keberlanjutan kearifan lokal dalam era globalisasi. El-Hekam, 7(1), 126–138.
Alimah, S. (2019). Kearifan lokal dalam inovasi pembelajaran biologi: strategi membangun anak indonesia yang literate dan berkarakter untuk konservasi alam. Jurnal Pendidikan Hayati, 5(1).
Asimeng, E., & Zhang, S. (2020). Exploring the Differences, Similarities and the Effect Between Chinese and Ghanaian Traditional Cuisines Towards a Better Appreciation and Consumption. Advances in Intelligent Systems and Computing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-25128-4_178
Brata Ida Bagus. (2016). Kearifan BudayaLokal Perekat Identitas Bangsa. Jurnal Bakti Saraswati. Diakses Pada Hari Minggu 20 Juli 2019. Pukul 00.00 WIB, 05(01), 9–16. https://doi.org/10.1007/s11104-008-9614-4
Fatmah, N. (2018). Pembentukan karakter dalam pendidikan. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 29(2), 369–387.
Hasan, S. H. (2010). "Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa”, Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Puskur Balitbang Kemendiknas.
Idhayani, N., Nurlina, N., Risnajayanti, R., Halima, H., & Bahera, B. (2023). Inovasi pembelajaran anak usia dini: Pendekatan kearifan lokal dalam praktik manajemen. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7453–7463.
Indrawan, I. P. O., Sudirgayasa, I. G., & Wijaya, I. K. W. B. (2020). Integrasi kearifan lokal Bali di dunia pendidikan. Prosiding Webinar Nasional Universitas Mahasaraswati Denpasar 2020.
Koentjaraningrat. (2015). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia Pustaka.
Komalasari, K., & Saripudin, D. (2017). Pendidikan karakter: Konsep dan aplikasi living values education. Bandung: Refika Aditama.
Lickona, T. (2013). Character Matters (U. dan D. B. Wahyudin (ed.); II). Bumi Aksara.
Liliweri, A. (2019). Pengantar Studi Kebudayaan (II). Nusa Media.
Maharani, S. T., & Muhtar, T. (2022). Implementasi pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan karakter siswa. Jurnal Basicedu, 6(4), 5961–5968.
Mahdayeni, M., Alhaddad, M. R., & Saleh, A. S. (2019). Manusia dan kebudayaan (Manusia dan sejarah kebudayaan, manusia dalam keanekaragaman budaya dan peradaban, manusia dan sumber penghidupan). Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 154–165.
Nadlir, M. (2016). URGENSI PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 2(2), 299. https://doi.org/10.15642/jpai.2014.2.2.299-330
Nadlir, N. (2016). Urgensi pembelajaran berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 2(2), 299–330.
Priyatna, M. (2016). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 5(10).
Putri, S. H. (2019). Sekolah Menengah Kesenian: Cipta Karakter Pelestari Budaya di Sumatera Barat. Diakronika, 19(1), 80. https://doi.org/10.24036/diakronika/vol19-iss1/81
Ramdani, E. (2018). Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal sebagai Penguatan Pendidikan Karakter. Jupiis: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 1. https://doi.org/10.24114/jupiis.v10i1.8264
Rozani, M. (2020). NILAI-NILAI BUDAYA DALAM PERTUNJUKAN DAMBUS MASYARAKAT BANGKA BELITUNG DAN PEMANFAATAN HASILNYA SEBAGAI BUKU PENGAYAAN PENGETAHUAN DI SMA. Universitas Pendidikan Indonesia.
Rozani, M., & Alim Bahri. (2023). Nilai Kearifan Lokal dan Strata Sosial Tradisi Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kemuja, Kabupaten Bangka. Jurnal Sosial Humaniora, 14(1), 93–105. https://doi.org/10.30997/jsh.v14i1.6236
Rozani, M., & Oktarina, N. (2022a). KAJIAN TINDAK TUTUR PANTUN PADA PERTUNJUKAN DAMBUS DALAM ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT BANGKA: SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK. Sirok Bastra, 10(2), 227–238.
Rozani, M., & Oktarina, N. (2022b). Penerapan Pendidikan Sekolah Berbasis Nilai Karakter pada Novel Toto-Chan karya Tetsuko Kuroyanagi. Seminar Internasional Riksa Bahasa, http://proceedings.upi.edu/index.php/riksabahasa/issue/view/20, 697–707. http://proceedings.upi.edu/index.php/riksabahasa
Rummar, M. (2022). Kearifan lokal dan penerapannya di sekolah. Jurnal Syntax Transformation, 3(12), 1580–1588.
Saiful, F. E. P., Hasanah, M., & Majid, A. B. A. (2024). Implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan minat bakat siswa. Journal of Science and Education Research, 3(2), 5–10.
Shufa, N. K. F. (2018). Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Dasar : Sebuah Kerangka Konseptual. Inopendas Jurnal Ilmiah Kependidikan, 1(1), 48–53. https://doi.org/https://doi.org/10.24176/jino.v1i1.2316
Sibarani, R. (2013). Pendekatan Antropolinguistik dalam Menggali Kearifan Lokal sebagai Identitas Bangsa. Prosiding The 5th International Conference on Indonesian Studies:“Ethnicity and Globalization, 274–290.
Silvia, D., Mulyati, Y., & Permadi, T. (2022). MENILIK PANTUN BESAOT DALAM TRADISI BEREBUT LAWANG MASYARAKAT BELITUNG. Seminar Internasional Riksa Bahasa, 185–190.
Suwandi, F. P. E., Rahmaningrum, K. K., Mulyosari, E. T., Mulyantoro, P., Sari, Y. I., & Khosiyono, B. H. C. (2023). Strategi pembelajaran diferensiasi konten terhadap minat belajar siswa dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar, 1, 57–66.
Ufie, A. (2017). Mengonstruksi nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) dalam pembelajaran muatan lokal sebagai upaya memperkokoh kohesi sosial (studi deskriptif budaya Niolilieta masyarakat adat Pulau Wetang Kabupaten Maluku Barat Daya, Propinsi Maluku). Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran (JPP), 23(2), 79–89.
Wahyudi, A. V., & Gunawan, I. (2024). Penanaman karakter anak usia dini melalui pembelajaran tari kreatif berbasis ramah anak. Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 791–802.
Yunanto, F., & Kasanova, R. (2023). Membangun karakter mahasiswa Indonesia melalui pendidikan karakter. Journal on Education, 5(4), 12401–12411.
Zubaedi. (2015). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan Tinggi (keempat). PT Adhitia Andrebina Agung.
Zulkarnaen, M. (2022). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di era milenial. ALMAARIEF, 1–11.



