Implementasi Metode Grounding RAISSA Dalam Mencapai ResistansiPentanahan <5 Ω Pada Gardu Distribusi 20 KV

Authors

  • Dian Eka Putra Dian Universitas Palembang
  • Gema Sabarani Universitas palembang

DOI:

https://doi.org/10.31851/na4ks408

Keywords:

Grounding RAISSA, resistansi pentanaha, gardu distribusi, proteksi petir

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode Grounding RAISSA (Rangkaian eStafet di laS
dengan pipA) dalam menurunkan resistansi pentanahan dan mengurangi gangguan transformator distribusi
akibat sambaran petir. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental lapangan dengan
desain one-group pretest-posttest pada lima gardu distribusi 20 kV di Penyulang Pluto, ULP Pendopo, yang
dipilih secara purposif berdasarkan nilai resistansi awal >10 Ω dan wilayah rawan petir. Implementasi
metode RAISSA dilakukan melalui penanaman elektroda pipa galvanis diameter 1 inci yang disambung
secara estafet menggunakan teknik pengelasan listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode
RAISSA berhasil menurunkan resistansi pentanahan dari rata-rata 30,53 Ω menjadi 3,12 Ω atau turun
sebesar 86,4%, dengan seluruh gardu mencapai nilai di bawah 5 Ω sesuai standar PUIL 2020. Penurunan
tertinggi terjadi pada Gardu L10004 dari 79,27 Ω menjadi 3,51 Ω (95,6%). Hasil implementasi bahkan
melampaui prediksi teoritis karena kualitas sambungan las yang menjamin kontinuitas elektris optimal.
Keberhasilan ini berimplikasi pada peningkatan keandalan sistem proteksi petir, mengingat sambaran petir
merupakan penyebab dominan gangguan (37,5%) di wilayah studi. Metode Grounding RAISSA terbukti
efektif, ekonomis, dan dapat direkomendasikan sebagai solusi perbaikan pentanahan pada gardu distribusi
di wilayah tanah berresistivitas tinggi dan rawan petir.

Author Biographies

  • Dian Eka Putra Dian, Universitas Palembang

    Electrical Engineering

  • Gema Sabarani, Universitas palembang

    Electrical Engineering

References

[1] Junaidi, D. E. Putra, and C. Rizal, “Comparative Review of Grounding Resistance between Planning and Commissioning Test Results at 20 kV Distribution Substations,” J. Ampere, vol. 9, no. 1, pp. 18–24, 2024, doi: http://doi.org/10.31851/ampere.

[2] Rizky Junito, Dian Eka Putra, Raden Ahmad Yani, and Nofiansah, “Pengaruh Fluktuasi Tegangan Akibat Black Out Pada Saluran Distribusi 20 KV Terhadap Kinerja Arrester,” J. Ampere, vol. 10, no. 1, pp. 117–123, 2025, doi: 10.31851/ampere.v10i1.18283.

[3] M. R. Setyanto and Y. Saragih, “Gangguan Penyulang Akibat Kegagalan Proteksi di Circuit Breaker Output Pelanggan Pada Gardu Distribusi MP 244,” Maj. Ilm. Teknol. Elektro, vol. 22, no. 1, p. 111, 2023, doi: 10.24843/mite.2023.v22i01.p14.

[4] T. K. Wijaya, “Analisa Gangguan Peralatan Proteksi (Sole Fuse) 20 Kv Pada Gardu Distribusi Tongkang Kabil Pln Batam,” Sigma Tek., vol. 2, no. 1, p. 32, 2019, doi: 10.33373/sigma.v2i1.1807.

[5] F. Rifky, “Analisis Pengaruh Grounding pada performa Transformator Distrbusi Pada Jaringan Tegangan Rendah Menggunakan Metode ImpedansiPT. PLN (Persero) ULP Belawan,” Skripsi Progr. Stud. Tek. Elektro Fak. Tek. Univ. Muhammadiyah Sumatera Utara, vol. 4, no. 1, pp. 1–23, 2016.

[6] N. Khoirunnisa, N. Inayah, F. Wiherdiansyah, and I. K. D. Adyano, “Studi Literatur Tentang Jenis dan Penyebab Gangguan Pada Saluran Transmisi,” Surya Tek., vol. 11, no. 2, pp. 569–573, 2024.

[7] D. E. Putra, R. A. Yani, M. S. Siahan, C. Rizal, and N. Nofiansah, “The Decreasing Ground Potential Rise by Lessening Soil Resistance in Arrester Grounding System,” IJEEIT Int. J. Electr. Eng. Inf. Technol., vol. 6, no. 2, pp. 44–50, 2023, doi: 10.29138/ijeeit.v6i2.2180.

[8] T. Arfianto and A. I. Salam, “Analisis Tahanan Pentanahan Kaki Tower SUTT 70 kV,” J. PROtek, vol. 06, no. 1, 2019.

[9] BSN, “Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2020 (PUIL 2020),” DirJen Ketenagalistrikan, vol. 2020, no. PUIL, pp. 1–850, 2020.

[10] D. E. Putra et al., “Comparison of Grounding Resistance Using Grounding Rod Electrodes with Different Fault Current Types in Podzolic Soil at Prabumulih Substation,” J. Renew. Energy, Electr. Comput. Eng., vol. 3, no. 1, p. 19, 2023, doi: 10.29103/jreece.v3i1.10270.

[11] A. Fitriani, J. Panjaitan, and S. A. Syahputra, “The Effect of Soil Type on Touch Voltage and Step Voltage in the Grid Grounding System,” Elkha, vol. 16, no. 1, p. 56, 2024, doi: 10.26418/elkha.v16i1.78396.

[12] IEEE Power and Energy Society - Substations Committee, IEEE Std. 81- Guide for Measuring Earth Resistivity , Ground Impedance , and Earth Surface Potentials of a Grounding System IEEE Power and Energy Society, vol. 2012, no. December. 2012.

[13] IEEE Std 80, Standard 80-2000 Guide for Safety in AC substation gorunding, vol. 56. 2000

Downloads

Published

2026-07-15

How to Cite

[1]
“Implementasi Metode Grounding RAISSA Dalam Mencapai ResistansiPentanahan <5 Ω Pada Gardu Distribusi 20 KV”, AMPERE, vol. 11, no. 1, pp. 25–33, Jul. 2026, doi: 10.31851/na4ks408.